3 Bulan Gaji Belum Dibayar, Karyawan PT. Ramagloria Sakti Tekstil Industri Beji, Demo Tutup Gerbang Pabrik Pakai Sirtu

  • Bagikan
Pintu gerbang PT. Ramagloria Sakti Tekstil Industri, Beji, Pasuruan, yang Ditutup dengan sirtu

Pasuruan,- Demo penutupan gerbang PT. Ramagloria Sakti Tekstil Industri, Beji, Pasuruan terjadi kemarin siang, Senin (10/8/2020). Demo yang sempat memacetkan jalan sekitar perusahaan itu diwarnai insiden adu mulut antara “keamanan” yang disewa perusahaan dengan penasehat hukum karyawan PT. Ramagloria, Gunawan Karyadi, SH., yang gajinya 3 bulan belum dibayar oleh perusahaan.

Tampak dalam rekaman video amatir yang dikirimkan Gunawan Karyadi, SH,. kepada wartawan media ini, keamanan PT. Ramagloria yang rata-rata berseragam hitam itu menahan mobil truk yang mengangkut sirtu yang akan menutup gerbang PT. Ramagloria.

“Ini ekstrim pak,” kata keamanan berseragam hitam itu menghentikan truk bermuatan sirtu. Cekcok dan adu mulut pun terjadi. Pihak karyawan PT. Ramagloria menyesalkan atas tindakan “keamanan” yang disewa pihak perusahaan itu karena ada ungkapan-ungkapan yang bernada ancaman. “Bapak siapa? Bapak satpam disini ? Sebutkan nama bapak siapa ? Bapak ngancam ya?,” Ucap Gunawan Karyadi, SH, seperti dalam Vidio yang beredar luas dimedsos itu.

Gunawan Karyadi, SH,. kecewa kepada keamanan perusahaan yang tak lain adalah aknum TNI AL. Tampak dalam rekaman vidio Gunawan Karyadi, seorang Oknum TNI AL yang mengawasi kejadian tersebut. “Bapak siapa ? Bapak kok ada disini? Itu keamanan kok kenal sama bapak? Itu memanggil manggil nama bapak,” tanya Gunawan pada anggota TNI AL yang ada disekitar lokasi.

Foto oknum tentara yang diunggah Gunawan karyadi, SH di medsos

Gunawan Karyadi, SH menyesalkan karena dalam mengamankan demo itu ada oknum TNI AL yang dilibatkan. “Mestinya tidak perlu memakai seragam institusi kalau mau mengamankan perusahaan nakal. Itu kan akhirnya institusinya tercemar gara gara oknum TNI AL itu,” terang Gunawan Karyadi, SH.

Dekat Penguasa, PT. Ramagloria Tak Hiraukan Tuntutan Karyawan

Insiden demo tutup gerbang perusahaan itu berawal dari keterlambatan pihak PT. Ramagloria bayar gaji 128 karyawan selama 3 bulan, yaitu bulan April, Mei, Juni pada tahun 2018. Sebenarnya, kata Gunawan, panggilan akrab Gunawan Karyadi, SH, pada bulan Juni 2018 itu pihak PT. Ramagloria menjanjikan pembayaran gaji juga THR karyawan.

“Saat itu bulan Romadhon. Pihak PT. Menjanjikan membayar THR dan gaji pada jam 3 sore. Ternyata jam 12 siang, gudang perusahaan terbakar akhirnya karyawan PT. Ramagloria tidak jadi dibayar,” terang Gunawan.

Sherly Kawilarang, pemilik perusahaan PT. Ramagloria Sakti Tekstil Industri bersama Gubernur Jatim Khofifah, juga bersama Presiden Jokowi dalam sebuah acara

Atas keterlambatan pembayaran gaji 124 karyawan itu, Gunawan sebagai kuasa hukum 124 karyawan PT. Ramagloria sudah melaporkan ke Pengawas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur.

“Itu dari segi hukumnya. Karena pihak PT. Ramagloria diam, tidak ada tanggapan, tidak ada respon soal keterlambatan gaji karyawannya hingga berlangsung dua tahun, akhirnya kita melaporkan soal ini ke Pengawas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur,” terang Gunawan.

Soal pendanaan, kata Gunawan, sebenarnya pihak perusahaan itu ada. Pasca kebakaran itu, kata Gunawan, perusahaan itu sebagian beroperasi. Pihak perusahaan juga tidak dinyatakan pailit.

“Tetapi status karyawannya juga tidak jelas. Mereka, karyawan karyawan yang belum digaji itu, juga tidak di PHK. Maunya perusahaan biar karyawannya yang mengundurkan diri, terus akhirnya tidak dapat pesangon,” terang Gunawan.

Gunawan menambahkan, kapan hari pihak perusahaan mengeluarkan busnya, Bus Ramagloria untuk dijual. “Juga sempat menjual besi sisa sisa kebakaran dan mendapatkan uang Rp 2,4 Milyar. Tetapi kok masih tidak mau membayar karyawannya. Sedangkan kebutuhan untuk bayar gaji dari 124 karyawan itu cuma Rp 1,4 milyar,” terang Gunawan.

Karena tetap kekeh tidak mau bayar itulah, kata Gunawan, akhirnya 124 karaywan yang haknya belum diberikan pihak PT . Ramagloria itu marah.

Puncaknya adalah demo senin kemarin. Terjadi penutupan gerbang. Juga dipasang spanduk spanduk. “Demo itu kita lakukan karena pihak PT. Ramagloria mengingkari kesepakatan. Pada hari Rabu sebenarnya kita sudah menutup gerbang dengan mengurug sirtu. Kita akhirnya difasilitasi oleh Camat Beji untuk berunding. Hasil perundingan itu untuk sementara kita semua Cooling down. Dari pihak PT tidak boleh ada aktifitas sampai ada kejelasan pembayaran gaji karyawan. Kita juga menghentikan aktifitas demo,” jelasnya menambahkan.

Loh sudah ada kesepakatan, lanjutnya, kok pihak perusahaan melakukan aktifitas kerjanya lagi. Sirtu yang menutupi jalan disingkirkan dan mobil pick up bisa masuk beraktifitas. “Kita marah karena 124 karyawan yang belum dibayar itu masih punya hak disitu. Akhirnya hari Senin kita demo itu sambil menutup gerbang perusahaan dengan sirtu,” jelasnya.

Soal sikap perusaahan yang kekeh, cuek dan abai tidak mau membayar gaji karyawan itu, baik Gunawan maupun karyawan yang belum dibayar itu menduga, hal tersebut terkait dengan kedekatan pemilik perusahaan dengan penguasa.

Dugaan Gunawan dan karyawan PT. Ramagloria yang gajinya belum dibayar itu bukan tanpa alasan. Nampak foto Sherly Kawilarang, pemilik PT. Ramagloria Sakti Tekstil Industri dengan Khofifah, Gubernur Jawa Timur yang nampak akrab. Juga foto dengan Presiden Jokowi dalam suatu acara.

Foto itu, kata beberapa karyawan, sengaja diedarkan di WA-nya masing masing karyawan PT. Ramagloria . “Sepertinya pihak PT itu memang orang kuat. Sehingga ia berani tidak membayar gaji karyawannya hingga dua tahun. Tapi kita pantang meyerah. Kita akan tetap meminta apa yang menjadi hak kita,” terang karyawan PT. Ramagloria yang diiyakan Gunawan. (mnr).

  • Bagikan