Gelar Diskusi Daring, PMII Unusida Sidoarjo Kupas Soal Penyaluran Bantuan Covid-19 di Sidoarjo

  • Whatsapp
Dr. Tirto Adi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo saat menyampaikan paparannya

Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Adanya pandemi Covid-19 tidak menghalangi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) untuk tetap berkegiatan. Namun bentuk dan model saja yang sedikit berbeda tanpa kurangi isi.

PMII UNUSIDA kali ini menggelar diskusi melalui aplikasi zoom meeting dengan narasumber yang sesuai bidangnya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan diskusi yang dilaksanakan pada Selasa (16/2/2021) itu dengan tema “Penyaluran Bantuan Pemerintah Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19 Tahun 2021 di Kabupaten Sidoarjo.” Kegiatan diikuti banyak elemen dari masyarakat warga sidoarjo. Ada 3 Nara sumber yang dihadirkan pada dalam diskusi itu, salah satunya adalah Dr. Tirto Adi selaku kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo.

Hasil tangkapan layar prosesi Diskusi Daring yang digelar oleh PMII Unusida Sidoarjo

Pembahasan difokuskan terkait penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Tidak hanya pada masyarakat yang secara kasat mata harus diberikan bantuan. Sehingga bantuan dapat secara obyektif disalurkan pada pihak yang tepat.

“Dinas Sosial (Dinsos) berkomitmen lebih baik ke depan, diharapkan pula pada tingkatan pemerintah Desa memiliki forum tertinggi yang nantinya bisa di hadiri oleh RT, Tokoh Agama, Masyarakat dan para pemuda agar lebih kongkrit dalam penyuluhan bantuan tersebut,” kata Tirto Adi.

Kepala Dinsos juga menambahkan, bahwa bantuan dari pusat ada BST, hasil kerja sama pemerintah dengan PT Pos, BPMD yang rutin. Ada juga bantuan respon Covid-19 sebanyak 192 Milyard, PKH 123 Milyard, dan BSP 17,6 Milyard. Sedangkan Bantuan dari Pemerintah Kabupaten dalam bentuk BPMP, Bantuan Tunai, Bantuan Sembako, Nasi Kotak. Kerjasama antar Polresta Dinsos, dan beberapa sayap-sayap pekerja sosial yang bertugas terkait bantuan makanan.

“Bantuan sosial (Bansos) dari dinsos ada dua macam yaitu, Bansos tunai dan non-tunai, untuk bantuan Covid-19 itu sendiri,” imbuhnya.

Dr Tirto Adi juga menjelaskan bantuan Covid-19 (Perlindungan sosial adaptif) data terpadu kesejahteraan sosial terdapat pada UU 13 tahun 2011 adalah Rumah tangga 139.479, keluarga ada 148.461 dan individu 459.310 itu merupakan dasar pemerintah dalam memberikan bantuan bagi masyarakat sidoarjo.

Selain itu, peran dari PT Pos sebagai Partner dalam mengalokasikan bantuan, dapat meningkatkan kualitas dengan cara Bimtek agar bantuan akan lebih cepat dan merata. (min).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *