DPRD Jatim Sindir Pejabat Soal Kunjungan Kerja Modus Wisata

  • Bagikan
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Mathur Husyairi.

Surabaya | JATIMONLINE.NET,- Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Mathur Husyairi, mengatakan, di akhir tahun penutupan anggaran, ia menyinyalir banyak unit kerja pemerintahan mendadak melakukan kunjungan dengan modus berwisata. Sindiran ini berlaku ke semua daerah tidak terkecuali di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Padahal hanya mau jalan-jalan, tapi dibungkus dengan kunjungan kerja atau studi banding. Tentu kami mendesak para Kepala Daerah, DPRD, Inspektorat serta BKD betul-betul untuk menahan diri tidak seenaknya melakukan modus demikian,” kata Mathur Husyairi dalam keterangannya, Selasa (29/12).

Menurutnya, uang rakyat yang tidak jelas peruntukannya akan menambah masalah, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Dimana rakyat sedang menderita akibat dampaknya yang sudah tentu membuat perekonomian di bawah berantakan.

Secara khusus, Ketua Umum PC IKA PMII Bangkalan ini meminta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memberikan instruksi tegas kepada anak buahnya untuk tidak membuat biasa memanfaatkan peluang yang dinilai kurang memberi manfaat.

“Kegiatan jalan-jalan ini sangat kontraproduktif dengan niat baik Gubernur untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ironis sekali jika misalnya anak buah Gubernur bebas keluar-masuk dalam melakukan studi banding, tapi hanya bertujuan jalan-jalan,” ungkapnya.

Padahal, kata Mathur, banyak kegiatan asli kedinasan dipending dalam rangka menghentikan mata rantai penularan Covid-19.

“Ini kok malah acara jalan-jalan berkedok kunjungan kerja atau studi banding, semakin banyak dilaporkan. Tolong para kepala daerah segera bertindak, sebelum kami para aktivis yang berteriak,” pungkas tokoh demonstran kawakan ini. (rus).

  • Bagikan