Gegara Aliran Sesat, Desa Cobanblimbing, Wonorejo, Pasuruan yang Biasanya Adem Ayem Mendadak Terkenal

Bekas warung (Warung Family) yang beralamat di Dusun Cobansari, Desa Cobanblimbing, Wonorejo, Pasuruan sebagai tempat berkumpulnya beberapa orang aliran sesat, kini tampak sepi.

Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Berita aliran sesat di Pasuruan yang menghebohkan publik belakangan ini menyita perhatian publik. Pasalnya, Warung Family sebagai tempat berkumpulnya warga masyarakat yang mengembangkan aliran yang diduga sesat itu, lokasinya ada di Desa Cobanblimbing, Wonorejo, Pasuruan.

Sebagai warga masyarakat Desa Cobanblimbing, saya agak terkejut ketika nama warung (Family) yang berlokasi di Desa Cobanblimbing itu menjadi sorotan media karena sebagai tempat “penggemblengan” ajaran yang diduga menyimpang dari ajaran Islam tersebut.

Sebelum berita aliran sesat yang berlokasi di Warung Family, Desa Cobanblimbing, Wonorejo, Pasuruan itu meledak menjadi isu nasional, sebenarnya Video rekaman kejadian “penggerebekan” aliran sesat oleh MUI Kecamatan Wonorejo dan Purwosari beserta aparat itu, sudah beredar di grup-grup WA di Desa Cobanblimbing.

Febridiyanto (pakai topi) dan Mahfudijanto, pengikut aliran sesat yang “bermarkas” di bekas Warung Family, Dusun Cobansari, Cobanblimbing, Wonorejo, Pasuruan.

Awalnya, cerita soal aliran sesat itu tak ditanggapi serius oleh warga masyarakat Desa Cobanblimbing dan sekitarnya yang hanya tergabung di grup WA di Desa Cobanblimbing itu. Namun kehebohan berita aliran sesat itu tidak begitu ngefek pada tingkatan masyarakat biasa.

Menurut pengamatan penulis, hal itu bisa dimaklumi mengingat secara Amaliah ubudiyah seperti sholat dan puasa, kelompok masyarakat yang masuk aliran sesat ini tidak menunjukkan gelagat yang aneh-aneh sehingga tidak mengakibatkan gejolak di masyarakat.

Seperti pernyataan Kepala Desa Cobanblimbing, Mustain Romli dalam wawancaranya dengan TV One kapan hari, bahwa dalam hal menjalankan ibadah sholat dan ibadah puasa, kelompok aliran yang diduga sesat ini menjalaninya secara biasa saja, seperti sholat warga masyarakat muslim pada umumnya.

Desa Cobanblimbing, dan beberapa desa di Kecamatan Wonorejo, adalah desa dimana tradisi dan kultur NU tumbuh dan mengakar di masyarakat. Hampir dipastikan, umat Islam selain NU, tidak “bisa hidup” di desa dan kecamatan yang dikenal banyak Kiai kampong dan pondok pesantren.

Bisa disebut misalnya, di Desa Sambisarah, tepatnya di Dusun Areng- Areng, Sambisirah, Wonorejo (di desa itu ada salah satu warga yang mengikuti aliran sesat tersebut), ada pondok pesantren yang cukup terkenal, Yaitu Ponpes Al Yasini, Areng-Areng, Sambisirah, Wonorejo, yang di asuh oleh kiai yang juga sangat terkenal, yaitu KH. Mujib Imron, kini Wakil Bupati Pasuruan.

Di Desa Sambisirah, Wonorejo juga ada pesantren yang pengasuhnya sangat terkenal karena dakwahnya sudah keliling nusantara, melalui media televisi yaitu Nyai Ucik Hidayati.