Hadapi Tantangan Era New Normal, KWU Pasuruan Siapkan Strategi Pemasaran Online

  • Bagikan
Foto bareng, pengurus dan anggota KWU Pasuruan, di Lesehan Sumber Suko, Beji, Pasuruan.

Pasuruan,- Untuk pertama kalinya, pasca gencarnya “serangan” covid-19 yang melanda kalangan wirausaha, Komunitas Wirausaha (KWU) Kabupaten Pasuruan Akhirnya kembali menggelar acara pertemuan atau Kopdar (kopi darat) di Lesehan Sumber Suko, Beji, Pasuruan, Minggu, (21/06/2020).

Acara dimulai dengan sepatah kata pengurus KWU Pasuruan. Dilanjutkan dengan pengenalan beberapa anggota KWU yang hadir. Pengenalan diri itu dimaksudkan untuk sekaligus mengenalkan produk-produk yang mereka buat.

Dalam kopdar yang bertema “Menata Basis Ekonomi Anggota, Menuju New Normal” tersebut dihadiri hampir 90 wirausahawan Kabupaten Pasuruan. Agus Nurcahyo, Sekretaris KWU menuturkan, beberapa yang hadir itu ada yang datang, terus pergi untuk menghindari berjubelnya tempat acara. “Sekarang yang ada di ruangan ini ya kurang lebih 50 orang,” terangnya.

Dalam sambutannya M. Yahya, Ketua KWU Pasuruan menuturkan, KWU Pasuruan harus siap menjawab tantangan zaman, termasuk di era pandemi New Normal ini agar usaha semua anggota KWU bisa survive dalam kondisi apapun.

Baca Juga: Pemilik Lesehan Sumber Suko Terpilih Sebagai Ketua Komunitas Wirausaha Pasuruan

M.Yahya menggaris bawahi, dalam kondisi seperti ini, dalam era New norrmal, atau normal yang tidak benar benar normal, langkah alternatif pemasaran yaitu mengarah ke online.

Yahya berharap agar semua anggota KWU menyiapkan SDM nya untuk bisa survive dalam pertarungan usaha dengan sistem online untuk menjawab tantangan kondisi new normol dan segala protokol kesehatannya.

Dalam pertemuan itu, disimpulkan kalau KWU itu harus dilegalkan organisasinya. “Itu dalam Rangka menguatkan produktifitas teman-teman KWU, maka kepengurusan organisasi ini harus dilegalkan, baik kepengurusan izinnya di notaris atau ke Kemnkumham,” terang wirausahawan yang juga mantan Ketua PMII Sidoarjo itu.

Kalau legalitas KWU Pasuruan ada, lanjutnya, maka KWU akan mudah untuk membantu menguruskan izin legalitas usaha masing masing. “Kalau mengurus izin usaha, semisal izin PIRT, itu kalau bersama-sama dan didukung lembaga akan lebih mudah mengurusnya,” jelasnya.

Dibagian akhir M. Yahya menegaskan, untuk meningkatkan SDM masing masing Anggota KWU, KWU harus membuat program bulanan yaitu mengadakan pelatihan dengan mendatangkan tutor yang handal dan pengalaman di bidangnya. Baik bidang marketing online atau peningkatan mutu produksi.

Banyak PHK Akibat Dampak Pandemi, Pemerintah Akan Mendukung Perkumpulan UKM

Agus Suyanto, Anggota komisi II DPRD, Kabupaten pasuruan dan M. Yahya sebelah kanan (Ketua KWU Pasuruan)

Sementara itu dalam sambutannya, Agus Suyanto, anggota komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan sangat mendukung adanya perkumpulan UKM atau wirausaha ini.

Agus, panggilan akrabnya, berharap adanya geliat UKM ini bisa menjadi wadah alternatif pasca banyaknya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di Kabupaten Pasuruan akibat dampak corona. Seperti diketahui, akibat dampak corona, ribuan tenaga kerja produktif di Kabupaten Pasuruan terpaksa harus di PHK oleh beberapa perusahaan yang menaunginya.

Baca Juga: Sempat Terpuruk Terdampak Corona, KWU Pasuruan Siapkan Stategi “Normalkan” Berwirausaha Menyongsong New Normal

Agus berharap, dalam kondisi apapun, termasuk dalam kondisi pandemi ini, kalangan UKM atau wirausaha tetap harus bersemangat untuk terus berkegiatan.

Namun begitu, Agus menggaris bawahi, agar kalangan wirausaha atau UKM harus siap menjawab problem zaman di era pandemi ini.

“Menurut saya, agar UKM tetap survive diera new normal ini supaya wirausahawan sekarang menyiapkan SDM-nya dengan model pemasaran online. Ditengah masih banyaknya masyarakat yang enggan keluar rumah, tetapi disatu sisi para usahawan itu harus tetap jalan, maka sistem pemasaran online adalah langkah alternatif untuk mendukung usaha agar tetap survive,” jelasnya.

Agus Suyanto, pakai masker dan topi (tengah) bersama anggota KWU Pasuruan

Agus juga menekankan agar wirausahawan yang tergabung dalam KWU itu melegalkan oragisasinya.

“Karena dalam usaha itu butuh kepastian dan jaminan. Dan bagi anggota KWU yang tidak bisa mengurus izin usahanya secara sendiri, maka bisa menggunakan organisasi atau KWU ini untuk menopang kepengurusan izin usaha. Dan kita sebagai dewan akan siap membantu terkait perizinan,” terang Agus.

Dan, sekali lagi ia tegaskan bahwa dengan adanya perkumpulan wirausaha seperti ini, pemerintah akan merasa senang karena akan membantu masyarakat untuk membuka lapangan kerja karena banyaknya tenaga kerja produktif yang hari ini harus diputuskan hubungan kerjanya akibat terdampak Corona.

“Dan saya kira nanti akan banyak bantuan-bantuan dari pemerintah untuk mendukung wirausaha ini,” tambahnya lagi. (mnr).

  • Bagikan