Mural Karya Mahasiswa Hiasi Jalan di Sekitar Markas TNI Pamekasan

  • Bagikan
Lukasin mural karya mahasiswa seni menghiasi dinding jalan di sekitar markas TNI Pamekasan.

Pamekasan | JATIMONLINE.NETLukisan mural karya mahasiswa seni di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menghiasi jalan di sekitar markas TNI tepatnya Koramil Kota di Jalan Kemayoran, Kelurahan Barurambat Kota. Mural tersebut bertuliskan ‘Cepat Sembuh Indonesiaku’.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf Tejo Baskoro mengakui lukisan mural tersebut. Meski begitu, ia tidak mempersoalkan, sebab pemerintah setempat dipastikan sudah menerima laporan tentang lukisan dinding tersebut.

Lurah Barurambat Kota Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, mural tersebut dibuat secara serentak di Indonesia. Sedikitnya ada dua tembok dinding yang jadi sasaran lukisan. Pertama mural bertajuk tulisan, dan akselerasi kartun yang mengisyaratkan taat protokol kesehatan Covid-19.

“Mereka sudah meminta izin kepada warga dan pemilik tembok. Kami hanya mengawasi dan mendukung saja,” kata Akhmad Dhofir saat dihubungi, Senin (6/9).

Menurut Akhmad, mahasiswa seni pelukis mural tersebut menyebar di seluruh wilayah Pamekasan. Mereka belajar di luar tidak hanya di satu daerah perguruan tinggi, di antaranya ada yang belajar di Yogyakarta dan Solo.

Ia harus memberikan dukungan moral kepada mereka selama karyanya dapat diterima. Sebab karya mural yang dilukis, diakui memang semata untuk memotivasi publik agar masyarakat lebih taat protokol kesehatan Covid-19 dan tidak selalu bergantung pada aturan pemerintah.

Sementara itu, Camat Kota Pamekasan Rahmat Kurniadi membenarkan lukisan mural itu. Hanya secara kebijakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dinilai lebih layak menyikapi.

“Secara kebersihan ada di DLH, sementara muatan mural bisa diatur Bakesbangpol,” kata Rahmat.

Menurutnya, mural tersebut dibuat oleh mahasiswa seni yang kuliah di jawa. Sementara koordinatornya adalah seorang guru seni sekolah menengah pertama (SMP). Karya tersebut dibuat juga atas izin Lurah dan Kepala Rukun Tetangga (RT) setempat.

Rahmat tidak mempermasalahkan, sepanjang karya tersebut bisa berdampak positif. Selain memang karya mural itu menambah keindahan kota. Kemudian mural bisa dapat memperdayakan pelaku seni dalam merekreasikan karyanya kepada publik. (rus).

  • Bagikan