Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan Putuskan Selesai Polemik Pengadaan Masker

  • Bagikan
Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan saat memutus polemik masker di Kantor Dewan

Pasuruan,- Polemik dugaan keterlibatan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan soal proyek pengadaan 2,5 juta masker berakhir sudah.

Keputusan berakhirnya polemik yang menyita perhatian publik di Kabupaten Pasuruan itu dibacakan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Sudiono Fauzan, di ruang paripurna, Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, pada kamis, 9 Juli 2020, pukul 12.00 WIB.

Pimpinan dewan ikut hadir dalam pembacaan Surat keputusan BK (Badan Kehormatan) DPRD yang disampaikan oleh Sudiono Fauzan itu, Andri Wahyudi, Rusdi Sutedjo dan Rias Judikari Drastika.

Dalam Surat Ketutusan BK No.1 Tahun 2020 tentang dugaan pelanggaran terhadap sumpah/ janji dan kode etik atas pemberitaan keterlibatan anggota DPRD Pasuruan dalam pengadaan masker untuk penanganan Covid-19, yang dibacakan oleh Ketua DPRD Pasuruan itu, dinyatakan tidak terbukti.

Beberapa anggota dewan yang diputus tidak terbukti ikut terlibat dalam dugaan pengaturan proyek masker itu adalah Rudi Hartono, Saifullah Damanhuri, Yusuf Danial, Eko Suyono, Sugiarto, Nik Sugiarti dan Agus Suyanto.

BK Beri Sanksi Teguran Lisan Pada Agus Suyanto

Sementara itu, atas beredarnya Vidio Agus Suyanto yang menyablon masker di rumah kakaknya, BK memberikan sanksi teguran lisan.

BK menganggap bahwa vidio Agus Suyanto sebagai anggota Dewan yang sedang menyablon Masker proyek pemerintah, dirasa tidak etis. “Itu melanggar kode etik dan tata tertib anggota dewan, ujar Sudiono Fauzan, mengutip surat teguran BK.

BK berharap Agus Suyanto tidak mengulangi lagi perilaku itu. Dalam paparannya, Agus Suyanto bisa diberi sanksi yang berat berupa pemecatan dari keanggotan DPRD apabila mengulangi perbuatannya lagi.

“Namun untuk sampai segitu saya kira ya tidak mudah, karena harus melalui proses di pengadilan,” terang Sudiono Fauzan.

“Mudah mudahan atas keputusan ini, semua masalah polemik yang menyita perhatian publik ini clear dan selesai. Kita memang prihatin, dalam 2 – 3 bulan terkhir ini memang pemberitaan media soal polemik ini sangat menyita perhatian masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, pimpinan dewan mengajak kepada semua anggota DPRD untuk dan bekerja sama dengan masyarakat, bagaimana penanganan Covid-19 ini segera selesai. (mnr).

  • Bagikan