Jakarta | JATIMONLINE.NET,- Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap momen ketika dirinya mendapat kabar mengenai pergantian posisi Menteri Keuangan. Informasi tersebut diterimanya secara langsung melalui sambungan telepon saat tengah mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD RI.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (14/9/2026) ketika pembahasan mengenai kebijakan fiskal dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Saat rapat masih berjalan, telepon seluler Purbaya berdering. Ia sempat tidak langsung mengangkatnya karena sedang mengikuti pembahasan bersama anggota DPD.

Namun, pimpinan rapat kemudian meminta Purbaya menerima panggilan tersebut. Telepon itu disebut berasal dari lingkungan Istana.

Purbaya akhirnya meninggalkan pembahasan untuk menerima panggilan. Dalam percakapan tersebut, ia menyampaikan bahwa dirinya masih berada di kompleks parlemen.

Tak lama berselang, Purbaya keluar dari gedung tempat rapat berlangsung. Sehari setelahnya, ia resmi menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara dalam prosesi serah terima jabatan di Kementerian Keuangan.

Ketika ditanya mengenai sosok yang menghubunginya saat rapat, Purbaya menyebut nama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

“Pak Prasetyo,” kata Purbaya seusai serah terima jabatan Menkeu di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Purbaya mengatakan dirinya sebenarnya sudah memperkirakan kemungkinan pergantian tersebut. Namun, kepastian mengenai nasib jabatannya baru diketahui ketika menerima telepon tersebut.

“Ya kita udah hitung-hitung, kira-kira fifty-fifty lah, tapi baru tahunya waktu itu,” ujarnya.

Sosok Prasetyo Hadi

Nama Prasetyo Hadi kemudian menjadi perhatian setelah Purbaya mengungkap bahwa Mensesneg tersebut yang menyampaikan informasi mengenai pergantian jabatan melalui telepon.

Prasetyo Hadi merupakan politikus Partai Gerindra yang lahir di Ngawi, Jawa Timur, pada 28 Oktober 1979. Ia bergabung dengan Gerindra sejak 2008 dan pernah dipercaya menangani bidang organisasi, kaderisasi, serta keanggotaan di tingkat DPP.

Sebelum masuk pemerintahan, Prasetyo juga memiliki pengalaman di sektor swasta. Ia pernah tercatat sebagai Komisaris PT Sentra Strategis Indonesia serta Direktur Utama PT Tusam Hutani Lestari.

Kariernya di parlemen dimulai melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Prasetyo menggantikan Harry Poernomo sebagai anggota DPR RI dan kemudian bertugas di Komisi II. Dalam periode berikutnya, ia kembali tercatat sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI.

Dari sisi pendidikan, Prasetyo merupakan alumnus SMA Taruna Nusantara. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar sarjana bidang Konservasi Sumberdaya Hutan pada 2006.

Prasetyo kemudian masuk pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Merah Putih.

Purbaya Bicara soal Pergantian Jabatan

Mengenai alasan pergantian dirinya dari posisi Menteri Keuangan, Purbaya mengatakan keputusan tersebut merupakan kewenangan Presiden. Ia juga membantah adanya konflik pribadi dengan jajaran pejabat Kementerian Keuangan sebagai penyebab pencopotannya.

“Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikuti saja,” ujar Purbaya.

Namun, dalam keterangannya setelah serah terima jabatan, Purbaya mengakui bahwa perombakan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan pergantian dirinya.

“Sebagian ada,” kata Purbaya ketika ditanya apakah perombakan pejabat Kemenkeu turut menjadi alasan.

Purbaya juga membantah adanya gesekan internal sebagai penyebab pergantian tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai pergantian menteri berada di tangan Presiden.

Sementara itu, Suahasil Nazara kini resmi menduduki posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan dilantik sebagai Menkeu pada Senin (14/9/2026). (sis/rik/min).