Malam Mencekam di Jalan Trawas-Pacet, 6 Begal Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi
Mojokerto | JATIMONLINE.NET,- Malam itu, Sabtu dini hari, 12 Juli 2025, Jalan Raya Desa Kemloko, Trawas–Mojokerto, mendadak berubah jadi arena teror. Ayunda Lazuardy yang baru pulang kerja dengan motor Honda BeAt Street, berboncengan dengan temannya, tiba-tiba dipepet enam orang tak dikenal.
Tanpa banyak basa-basi, mereka menghadang, menendang motor, bahkan mengacungkan celurit ke arah helm korban. Suasana makin mencekam ketika satu pelaku memaksa merampas ponsel Ayunda, sementara empat lainnya menahan kedua korban agar tak bisa bergerak.
Tak cukup sampai di situ, motor korban pun ikut raib dibawa kabur. Teman Ayunda juga jadi sasaran kekerasan—dipukul dengan double stick hingga rahangnya lebam. Dalam kondisi ketakutan, mereka hanya bisa meminta tolong kepada warga yang melintas.
Laporan cepat masuk ke Polsek Trawas. Dari sinilah polisi bergerak. Tim Opsnal Resmob Polres Mojokerto melakukan penyelidikan dan pada 21 Juli 2025 sore, para pelaku berhasil ditangkap. Menariknya, operasi ini dilakukan bersama Satreskrim Polresta Sidoarjo karena para pelaku ternyata juga beraksi di wilayah Krian.
Enam begal muda itu berinisial RKH (19), ART (20), MR (17), DS (19), PPL (17), dan ASR (17). Semuanya warga Krian, Sidoarjo. Tak hanya itu, polisi juga meringkus Imam Afandi (26), seorang penadah asal Sampang yang kedapatan menerima ponsel hasil rampasan dengan harga Rp350 ribu.
Dari penggerebekan, polisi mengamankan barang bukti mulai dari motor Yamaha Soul GT, double stick, helm korban yang rusak terkena sabetan celurit, hingga handphone hasil rampasan.
Kini, para pelaku harus menghadapi jerat hukum berat. Enam begal dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Sementara sang penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, menegaskan: “Kami berhasil mengamankan total 7 tersangka. Tiga ditangani Polres Mojokerto, empat lainnya diproses di Polresta Sidoarjo.”
Malam mencekam di Trawas itu kini memang sudah usai, tapi menjadi pengingat nyata: bahaya bisa datang kapan saja, bahkan saat kita hanya ingin pulang ke rumah dengan selamat. (min).


Tinggalkan Balasan