Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Ketua DPD PWI LS Pasuruan KH. Najib Syafii menyambut baik acara konsolidasi PWI LS dan penguatan organisasi PWI LS Jawa Timur yang ditempatkan pada acara Haul Syech Djumadil Kubro ke-651 Tahun, 1 Juli 2026 di Komplek Pemakaman Syech Djumadil Kubro, Desa Sentonorejo, Trowulan, Mojokerto.

Haul Syech Djumadil Kubro tersebut diselenggarakan mulai 29 Juni–1 Juli 2026. Dimulai dari Kirab Budaya yang diselenggarakan Pemerintah Desa Sentonorejo dan diikuti oleh warga Desa Sentonorejo dan sekitarnya. PWI LS hadir dan melaksanakan kegiatan Tahlil Akbar yang dipimpin oleh Gus Abbas Billy Yachsyi, Ketua Umum DPP PWI LS, pada sore sekitar pukul 15.00–17.30.

Kegiatan Tahlil Akbar PWI LS tersebut dalam rangka khidmad PWI LS kepada Punjer Wali Songo Syech Djumadil Kubro. Dalam acara Tahlil Akbar itu dihadiri Dr. KH. Muhammad Abbas Billy Yachsyi (Ketum PWI LS), KH. Moch Saikhur Rijal (Ketua PWI LS Jatim), KH. Nur Ikhyak Hadinegoro (Kasepuhan PWI LS), Ketua PWI LS Jabar, dan jajaran pengurus PWI LS Jatim.

Dalam sambutannya, Gus Rijal, panggilan akrabnya KH. Moch Saikhur Rijal, menuturkan masalah pembongkaran makam palsu yang sering dilakukan PWI LS serta beredar framing-framing buruk yang memojokkan PWI LS terkait pembongkaran makam.

Kirab Budaya oleh warga masyarakat pada 29 Juni 2026
Kirab Budaya oleh warga masyarakat pada 29 Juni 2026

“PWI LS itu tidak pernah membongkar makam. Membongkar makam itu hukumnya haram. Yang dilakukan PWI LS, yang dibongkar itu adalah makam-makam palsu. Itu bukanlah makam. Itu adalah makam bikinan yang sesungguhnya bukanlah makam,” terang Gus Rijal.

Sementara itu, Gus Abbas, Ketum PWI LS, menyerukan pada kader-kader PWI LS agar senantiasa hadir di setiap acara haul Wali Songo di mana pun berada. Wali Songo sebagai leluhur, ulama, dan santri Nusantara yang berjasa besar terhadap penyebaran agama Islam di Jawa, maka jasa dan ajarannya harus senantiasa dikenang dan dilestarikan.

“Karena itu, saya menghimbau pada kader-kader PWI LS agar melakukan grebeg tahlil di setiap acara haul Wali Songo di mana pun berada, dalam rangka berkhidmad pada Wali Songo,” instruksi Gus Abbas.

Setelah sepatah kata sambutan Gus Abbas, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil. Pembacaan tahlil selesai sekitar pukul 17.30. Selesai tahlil, langsung sholat Maghrib. Habis sholat Maghrib dilangsungkan pembacaan tahlil di makam Syech Djumadil Kubro. (mnr).