Malang | JATIMONLINE.NET,- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program RT Berkelas yang dikolaborasikan dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Tulusrejo. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi tersebut pada Sabtu (27/6).

Dalam kunjungannya, Wahyu didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Lowokwaru, serta Lurah Tulusrejo. Ia meninjau langsung berbagai implementasi program di lapangan, termasuk pengelolaan sampah berbasis RT yang menjadi salah satu fokus utama.

Salah satu hal yang menarik perhatian Wali Kota adalah penggunaan alat pencacah sampah organik yang berasal dari usulan warga melalui program RT Berkelas. Sampah yang diolah kemudian diubah menjadi pupuk kompos dan dipasarkan melalui KKMP setempat.

Menurut Wahyu, langkah tersebut menunjukkan adanya sinergi yang baik antara program pemerintah pusat dan inisiatif lokal. “Saya mengapresiasi kolaborasi dan sinergi antara program strategis nasional dengan program RT berkelas yang di Tulusrejo ini bisa diterapkan dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah di tingkat lingkungan tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Produk kompos yang dihasilkan mampu menjadi sumber nilai tambah karena dapat dijual melalui koperasi.

Lebih lanjut, Wahyu menilai kerja sama ini menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan dari berbagai tingkatan pemerintahan dapat berjalan selaras dan saling mendukung. KKMP, menurutnya, tidak sekadar menjadi wadah usaha, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan upaya pelestarian lingkungan.

Pemerintah Kota Malang juga memberikan apresiasi atas langkah KKMP Tulusrejo dalam mengembangkan berbagai unit usaha yang relevan dengan kebutuhan warga. Inisiatif tersebut dinilai mampu memperkuat pelaksanaan program RT Berkelas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, sinergi antara koperasi dan program lingkungan ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah lain. Dengan memanfaatkan potensi lokal, pengembangan ekonomi berbasis masyarakat diyakini dapat tumbuh secara berkelanjutan. (den).