Terkuak! Wanita yang Tewas di Parkiran Juanda Ternyata Pejabat Pemkab Bangkalan
Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Penemuan jasad seorang perempuan di dalam kendaraan dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, mengungkap fakta baru. Korban diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Perempuan tersebut bernama Ruly Yunis Setiawati (50), yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam mobil Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP pada Rabu, 24 Juni 2026.
Sebelum kejadian ini terungkap, korban dilaporkan tidak masuk kerja selama kurang lebih satu minggu tanpa keterangan resmi. Informasi tersebut dibenarkan oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim.
“Dari laporan sejumlah staf, almarhumah sudah tidak hadir sejak 16 Juni 2026. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti alasan ketidakhadiran tersebut,” ujar Lukman.
Ia juga menyebutkan, sebelum tidak lagi terlihat dalam aktivitas kantor, korban sempat menghadiri sebuah acara resmi. Kegiatan tersebut adalah pisah sambut Komandan Kodim Bangkalan yang digelar di Pendapa Agung.
“Jika benar itu beliau, malam Kamis masih sempat hadir dalam acara pisah sambut Dandim. Dan secara kedinasan, tidak ada penugasan luar kota dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Berdasarkan catatan parkir Bandara Juanda, kendaraan yang digunakan korban telah berada di lokasi sejak Sabtu, 20 Juni 2026. Keberadaan mobil tersebut mulai menimbulkan kecurigaan setelah sejumlah pengemudi ojek dan taksi online mencium bau tidak sedap dari dalamnya.
Kondisi semakin mencurigakan ketika terlihat adanya cairan yang keluar dari bagian bawah kendaraan. Petugas keamanan bandara bersama pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di kursi depan sebelah kiri, dengan posisi sandaran kursi direbahkan.
Proses evakuasi jenazah berlangsung cukup lama karena kondisi tubuh korban yang telah mengalami pembengkakan. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan sejumlah barang sebagai barang bukti.
Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap penyelidikan.
Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan adanya riwayat penyakit yang diderita korban. Berdasarkan keterangan suami korban, almarhumah diketahui memiliki masalah lambung akut.
“Dari keterangan suami korban, almarhumah memang memiliki riwayat penyakit lambung akut, namun tidak rutin mengonsumsi obat,” kata Risang.
Meski demikian, pihak keluarga menilai ada sejumlah kejanggalan yang masih perlu ditelusuri lebih dalam. Salah satunya terkait posisi korban saat ditemukan di dalam mobil.
Menurut Risang, kemungkinan adanya pihak lain yang sempat berada di dalam kendaraan tidak bisa sepenuhnya diabaikan, meskipun barang-barang berharga milik korban dilaporkan masih lengkap.
“Memang dari hasil sementara, barang-barang korban masih utuh. Tetapi saya meyakini ada kemungkinan orang lain sempat berada di dalam mobil tersebut. Tentu hal itu harus dibuktikan oleh penyidik,” ungkapnya.
Saat ini, keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.
“Kita tunggu hasil autopsi. Dari situ nanti akan diketahui secara lebih jelas apa penyebab kematian korban,” pungkasnya. (man).


Tinggalkan Balasan