Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, semakin memantapkan langkahnya dalam mendorong pembangunan desa berbasis kolaborasi strategis. Melalui sinergi bersama Universitas Negeri Malang (UM) dan UIN Sunan Ampel Surabaya, Desa Jatigunting berkomitmen memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal.

Dalam kolaborasi ini, terdapat pembagian fokus program strategis untuk mengakselerasi kemajuan desa. Universitas Negeri Malang (UM) akan memprioritaskan pendampingan pada pengembangan Desa UMKM, Desa Hijau, Desa Sehat, dan Desa Cerdas Sementara itu, UIN Sunan Ampel Surabaya akan fokus pada penguatan aspek sosial kemasyarakatan, yaitu program penanganan anak tidak sekolah (ATS) serta pemberdayaan perempuan.

Kepala Desa Jatigunting, M. Yudhi Iswanto, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa dari kedua perguruan tinggi ini merupakan amunisi baru bagi pembangunan desa.

“Kami sangat antusias dengan kehadiran rekan-rekan mahasiswa dari Universitas Negeri Malang dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Kolaborasi ini adalah peluang besar untuk mempercepat pembangunan desa yang berkelanjutan. Dari teman-teman UM, kami menitikberatkan pada pengembangan UMKM, mewujudkan Desa Hijau, serta memastikan terciptanya desa yang sehat dan cerdas bagi warga kami. Sedangkan bersama rekan-rekan dari UIN, kami menaruh harapan besar pada pendampingan anak tidak sekolah dan pemberdayaan perempuan, agar tidak ada lagi warga yang tertinggal dan peran ibu-ibu dalam ekonomi desa semakin kuat,” ujar M. Yudhi Iswanto.

Senada dengan hal tersebut, pihak perguruan tinggi menegaskan komitmennya untuk menjadikan Desa Jatigunting sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berbagai program akan disusun secara partisipatif agar benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa.

Dengan semangat gotong royong lintas sektor, Desa Jatigunting optimistis mampu bertransformasi menjadi desa yang lebih maju, mandiri, dan inovatif.

Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, serta sivitas akademika ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan bagi seluruh warga. (nur/red).