Usai Cari Pakan Ternak, Nenek di Situbondo Tertembak Peluru Nyasar hingga Tembus Kepala
Situbondo | JATIMONLINE.NET,- Sa’ami, perempuan berusia 62 tahun asal Dusun Campaloi, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, harus mendapat perawatan medis setelah menjadi korban peluru nyasar senapan angin, Jumat (4/9/2026).
Peluru yang diduga berasal dari senapan angin milik warga itu mengenai tangan Sa’ami dan kemudian menembus hingga ke bagian pelipis sebelah kiri.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Sa’ami dalam perjalanan pulang setelah mencari rumput untuk pakan ternaknya. Tanpa diduga, ia merasakan sesuatu menghantam bagian tubuhnya.
Sa’ami kemudian berteriak dan berusaha mengetahui dari mana tembakan tersebut berasal.
“Jadi waktu itu saya berteriak dan mencari tahu siapa yang melakukan itu,” kata Sa’ami saat ditemui di RSU Abdoer Rachem Situbondo.
Awalnya, Sa’ami tidak mengetahui bahwa benda yang mengenai tangan hingga kepalanya tersebut merupakan proyektil senjata api. Hal itu baru diketahui setelah keluarganya membawa korban ke Puskesmas.
“Saya dengarnya di Puskesmas itu,” ujarnya lirih.
Cucu korban, Supriyadi, mengaku sempat mendapat informasi bahwa neneknya terkena sesuatu di bagian kepala. Ia pun langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi sang nenek.
Setelah diperiksa, Supriyadi baru mengetahui bahwa luka yang dialami Sa’ami ternyata berasal dari tembakan. Peluru tersebut mengenai tangan dan kemudian menembus hingga ke kepala.
“Tidak tahunya nenek saya kena tembak di tangannya hingga tembus di bagian kepalanya,” ujar Supriyadi.
Kejadian itu kemudian ditelusuri Supriyadi dengan mendatangi sejumlah warga di sekitar lokasi. Ia menanyakan siapa yang melakukan penembakan hingga menyebabkan neneknya terluka.
Menurut Supriyadi, warga yang diduga menembakkan senapan tersebut sempat tidak mengakui perbuatannya. Namun, setelah dirinya menyampaikan akan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, warga itu akhirnya mengaku sedang melakukan penyetelan senapan.
Sa’ami kemudian dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena keterbatasan fasilitas medis, korban akhirnya dirujuk ke RSU Abdoer Rachem Situbondo.
“Lukanya di tangan tembus dan mengenai kepalanya,” kata Supriyadi.
Keluarga korban berharap kejadian tersebut tidak berhenti sebagai insiden biasa. Mereka meminta polisi memproses pihak yang diduga menjadi penyebab Sa’ami terkena peluru nyasar.
“Ya diproses hukum mas,” tegas Supriyadi.
Kapolsek Arjasa AKP Iwan Sumantri membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi langsung melakukan penanganan setelah mendapat informasi mengenai warga yang terluka akibat peluru nyasar di Dusun Campalok, Desa Jatisari.
Petugas juga telah mengamankan seorang warga yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Selain itu, sebuah senapan turut diamankan di Mapolsek Arjasa untuk kepentingan penyelidikan.
“Senjata yang diamankan satu, jenisnya laras panjang yang bisa digunakan berburu babi hutan atau celeng,” ujar Iwan.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta penyebab pasti peluru dapat mengenai korban.
Sementara itu, Direktur RSU Abdoer Rachem Situbondo, Drg Soedarmono, mengatakan Sa’ami telah mendapat penanganan awal di instalasi gawat darurat (IGD).
Menurutnya, kondisi kegawatdaruratan korban sudah ditangani dan tingkat kesadaran Sa’ami menunjukkan perkembangan membaik.
“Saat ini masih kami konsultasikan dengan dokter spesialis yang nantinya akan menanganinya,” kata Soedarmono.
Tim medis juga telah melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, termasuk rontgen, untuk mengetahui kondisi luka serta posisi peluru yang mengenai korban.
“Untuk kepastian pelurunya tunggu dokter yang menanganinya nanti,” pungkasnya. (kid/cntr).


Tinggalkan Balasan