BKM Kelurahan Kangenan Bantu Program Pemkab Pamekasan Wujudkan Wirausahawan Baru

  • Bagikan
Pelatihan dan penyerahan mesin jahit oleh BKM Potre Koneng di Kelurahan Kangenan, Pamekasan

Pamekasan | JATIMONLINE.NET – Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di Kelurahan Kangenan, Kecamatan Kota Pamekasan, Jawa Timur, ikut andil membantu program pemerintah daerah dalam mewujudkan wirausahawan baru. Kurang lebih selama dua pekan, BKM dengan nama Potre Koneng ini memfasilitasi kegiatan pelatihan menjahit yang menyasar kepada warga kelurahan.

Menariknya dalam acara ini, pasca pelatihan, para peserta diberkenankan membawa pulang alat mesin jahit dengan sistem hak pakai. Selama mesin dibutuhkan, BKM mempersilakan untuk dimanfaatkan, asal jangan sampai jatuh ke tangan orang lain dengan sistem dijual. Sebab BKM melarang mesin jahit tersebut dijual.

Pimpinan Kolektif BKM Potre Koneng Agus Rianto mengatakan, sedikitnya ada 24 alat mesin jahit yang diserahkan kepada warga kelurahan untuk diberdayakan dalam mengembangkan usaha. Warga yang berhak mendapatkan fasilitas alat mesin jahit ini setelah sebelumnya mereka yang sudah intens mengikuti pelatihan.

“Pelatihan ini berlangsung selama lima belas kali tatap muka, dengan tahapan selama seminggu dua kali pertemuan terhitung sejak Bulan Desember 2020 sampai Bulan Januari 2021. Harapannya dari kegiatan ini, warga kelurahan tumbuh berkembang menjadi wirausahawan baru,” kata Agus dalam acara di kompleks PKPM Kelurahan Kangenan, Kamis (21/1/2021).

Kemudian, sambung Agus, tujuan lain dari kegiatan itu guna menindaklanjuti program pemerintah dalam mencetak wirausahawan baru. Oleh karena itu, BKM Potre Koneng dan Pemerintah Kelurahan Kangenan berkolaborasi untuk mewujudkan program tersebut.

Soal fasilitas mesin jahit, Agus mengatakan bahwa alat tersebut dapat digunakan dengan jangka waktu yang tidak terbatas. Aturannya mesin tidak boleh dijual. Bila dikemudian hari pihak penerima sudah merasa mandiri, mesin sudah bisa dikembalikan.

“Kalau usahanya sudah lancar, maju berkembang, mesin jahit ini tidak apa-apa misalkan mau dikembalikan. Asal jangan sampai dijual,” tutur Agus.

Pengawasan seputar alat mesin, pihak BKM dalam setiap bulannya akan memantau secara berjenjang dengan pengawasan ketat kepada penerima. Kemudian dilanjut dengan hasil perkembangan usaha. Apakah mengalami kendala atau justru sebaliknya.

Sebelumnya, pada acara sesi penyerahan mesin jahit, pemerintah kelurahan hingga kecamatan ikut menyaksikan. Salah satunya dihadiri langsung Lurah Kangenan Mohammad Ali Ridho dan Camat Kota Pamekasan Rahmat Kurniadi Suroso.

Kedua pejabat tersebut mengapresiasi gagasan program BKM Potre Koneng, karena menjadi bagian dari kelompok produktif yang ikut andil menjalankan program Pemkab Pamekasan. (rus)

  • Bagikan