Catur Antarwarga Bligo Digelar Perdana, Ratusan Peserta Adu Strategi di Warung Kopi
Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Karang Taruna Desa Bligo sukses menggelar pertandingan catur antarwarga perdana di Warung Kopi Singla, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kelompok usia yang beradu strategi dalam suasana santai khas cangkruk.
Pertandingan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Bligo H. Adi Suwardoyo, S.E., Penasihat Kepemudaan Karang Taruna Desa Bligo Drs. Imam Wahyudi, Ketua Karang Taruna Kecamatan Candi Raditya Ditto, Ketua Karang Taruna Desa Bligo Edwin Oktaviyanto, S.Psi., serta perwakilan Percasi Sidoarjo.
Kepala Desa Bligo, H. Adi Suwardoyo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap ajang ini dapat mendorong perkembangan olahraga catur di lingkungan warga. “Dengan adanya kegiatan ini, olahraga catur bisa terus dikembangkan di Desa Bligo,” ujarnya dalam sambutan.
Senada dengan itu, Penasihat Kepemudaan Karang Taruna Desa Bligo, Drs. Imam Wahyudi, berharap pertandingan catur ini menjadi momentum kebangkitan Karang Taruna Desa Bligo sekaligus sarana membangun keharmonisan warga.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Candi, Raditya Ditto, juga menyatakan kebanggaannya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai keberhasilan ini sejalan dengan tujuan Karang Taruna Kecamatan dalam memberdayakan Karang Taruna desa agar tidak hanya aktif saat peringatan hari kemerdekaan.
Salah satu peserta, Daffa Althaf, mengaku mengandalkan ketelitian dan fokus dalam pertandingan. Ia menilai seluruh peserta sebagai lawan yang tangguh karena memiliki daya saing tinggi. “Semua peserta merupakan lawan yang berat karena masing-masing punya rasa kompetitif yang tinggi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Bligo sekaligus ketua pelaksana, Edwin Oktaviyanto, S.Psi., menyebut kompetisi ini tergolong unik karena minat pemuda terhadap catur saat ini tidak terlalu besar. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mengajak pemuda agar tidak terpaku pada gawai serta melatih motorik dan logika berpikir rasional.
Pertandingan berlangsung kondusif dengan format enam babak menggunakan sistem Swiss. Laga dipimpin Wasit Nasional Percasi Soedarmadji, didampingi Deru Anggoro sebagai Wasit Kepala dan Rheezu sebagai Wasit Nasional. (red).


Tinggalkan Balasan