Dari Uang Parkir ke Kampus UGM: Jalan Panjang Reza Tak Berujung Sia-sia
Yogyakarta | JATIMONLINE.NET,- Kisah perjuangan seorang pemuda bernama Reza menjadi potret nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Di balik keberhasilannya menembus Universitas Gadjah Mada (UGM), tersimpan pengorbanan besar dari sosok kakek dan nenek yang selama ini menjadi tulang punggung hidupnya.
Sejak kecil, Reza tumbuh dalam asuhan kakek dan neneknya. Sang kakek yang telah berusia hampir 70 tahun mengandalkan penghasilan sederhana sebagai tukang parkir. Sementara sang nenek bekerja sebagai asisten rumah tangga demi membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan cucunya.
Perjalanan pendidikan Reza tidak pernah benar-benar mudah. Untuk memastikan cucunya tetap bisa bersekolah, sang nenek kerap harus mencari cara tambahan, bahkan tak jarang meminjam uang dari arisan. “Yang penting sekolah Reza tetap jalan dulu, urusan cicilan bisa dipikir belakangan,” tutur nenek Amin mengenang masa-masa sulit tersebut.
Di tengah keterbatasan, perhatian dan dukungan keluarga menjadi kekuatan utama. Setiap malam, sang nenek setia menemani Reza belajar, memastikan ia tetap fokus mengejar cita-citanya. Bekal makanan pun selalu disiapkan dari rumah agar pengeluaran bisa ditekan seminimal mungkin.
Kerja keras itu tidak sia-sia. Reza tumbuh menjadi siswa berprestasi. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia konsisten meraih peringkat pertama di kelas. “Saya memang terbiasa belajar serius sejak SMP, dan itu jadi bekal sampai sekarang,” ungkap Reza.
Keyakinan sang nenek terhadap kemampuan cucunya tak pernah goyah. Ia percaya pendidikan adalah jalan keluar dari keterbatasan yang mereka hadapi. “Saya yakin Reza bisa dapat beasiswa dan lanjut kuliah,” ucapnya penuh harap.
Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan. Reza berhasil lolos ke UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), mengambil program studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Tak hanya diterima di salah satu kampus terbaik di Indonesia, Reza juga memperoleh beasiswa UKT Pendidikan Unggul bersubsidi penuh. Dengan bantuan tersebut, ia dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah.
Kini, langkah Reza menjadi simbol harapan bagi banyak anak muda di Indonesia. Kisahnya membuktikan bahwa ketekunan, doa, dan dukungan keluarga mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah, bahkan dari kondisi yang paling sederhana sekalipun. (ris/sin)


Tinggalkan Balasan