Jalan Berlubang di Lingkar Timur Telan Korban, PC PMII Sidoarjo Kecam Kelalaian Pemerintah
Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa terjadi di Jalan Lingkar Timur, Desa Gebang, Kecamatan Sidoarjo, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa tersebut kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sidoarjo yang dinilai masih memprihatinkan.
Insiden ini memicu desakan dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sidoarjo agar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera melakukan pembenahan terhadap ruas-ruas jalan yang berlubang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Biro Advokasi dan HAM PC PMII Sidoarjo, Rizal Idul Fitrianto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut. Ia berharap keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kebesaran hati,” ujarnya.
Menurut Rizal, kejadian ini harus menjadi alarm serius bagi semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, agar lebih serius dalam menangani perbaikan infrastruktur jalan.
“Kejadian naas ini harus menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang kembali di masa depan,” tambahnya.
Ketua PC PMII Sidoarjo, Alfien Ananta, juga menyoroti laporan kecelakaan di kawasan Jalan Lingkar Timur yang mengakibatkan korban jiwa. Ia menegaskan bahwa persoalan jalan berlubang tidak bisa lagi dianggap sepele.
“Kami mengecam keras kejadian tersebut. Ini merupakan kelalaian pemerintah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa penanganan jalan berlubang harus dilakukan secara cepat dan sistematis agar tidak kembali memakan korban,” tegasnya.
Alfien menilai upaya penambalan jalan yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum maksimal. Pasalnya, kecelakaan akibat jalan rusak masih terus terjadi hingga akhirnya menimbulkan korban jiwa.
“Selama ini kecelakaan sering terjadi dan terus berulang. Artinya, upaya pemerintah dalam menambal jalan yang rusak dan berlubang belum maksimal. Ini menyangkut keselamatan pengendara di jalan raya, sehingga harus segera diperbaiki,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan material berkualitas tinggi dalam proses perbaikan jalan. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu serta curah hujan tinggi di Sidoarjo menuntut kualitas aspal yang lebih kuat agar tidak mudah rusak atau berlubang.
“Karena itu, aspal yang digunakan untuk memperbaiki jalan rusak harus memiliki kualitas tinggi agar mampu bertahan meski sering terkena genangan air,” ujarnya.
Selain itu, Rizal Idul Fitrianto juga mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak tebang pilih dalam melakukan perbaikan jalan. Ia menilai perawatan infrastruktur tidak boleh hanya terfokus pada jalan-jalan protokol.
“Pemerintah jangan hanya fokus memperbaiki jalan yang dianggap penting saja. Ruas-ruas jalan lainnya juga harus mendapatkan perhatian yang sama,” katanya.
PC PMII Sidoarjo juga meminta DPRD Kabupaten Sidoarjo menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. DPRD didorong untuk memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mendata secara transparan titik-titik jalan berlubang serta memastikan percepatan perbaikannya.
Langkah tersebut dinilai penting agar kejadian kecelakaan akibat jalan berlubang tidak kembali menelan korban jiwa di wilayah Sidoarjo. (red).


Tinggalkan Balasan