JOGOSARI ECO-DIGITAL FESTIVAL: Ketika Karung Goni dan Game Coding Bertemu di Halaman SD
Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Pagi Sabtu (3/10) ini, halaman SDN Jogosari 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, tidak seperti biasanya. Tiga hari terakhir, sekolah ini berubah menjadi festival. Namanya Jogosari Eco-Digital Festival.
Festival yang digelar 1-3 Oktober ini adalah program kokurikuler tengah semester yang mengawinkan kepedulian lingkungan dengan literasi digital.
Kepala SDN Jogosari 1 Pandaan, Choirotun Nissa, S.Pd, mengatakan festival ini adalah wajah baru pembelajaran kokurikuler.
“Kami ingin pembelajaran tidak hanya di dalam kelas. Anak harus cinta lingkungan, sehat, kreatif, dan juga siap dengan perkembangan digital dan AI. Semua kami kemas dalam Eco-Digital Festival ini,” ujar Choirotun Nissa, Sabtu (3/10).

Dari Plogging hingga Kriya Cilik dari Enceng Gondok
Rangkaian festival dimulai Hari Pertama, Kamis (1/10), dengan tema Mindful & Health Day.
Pukul 07.00 WIB siswa melakukan SKJ & Plogging (7K Rain Action), yaitu senam dan aksi pungut sampah sambil jogging di sekitar sekolah. Dilanjutkan Healthy Gizi Seimbang Meal dan Interactive Mini Numeracy Olympiad (Math Game Rally).
“Anak-anak kami ajak sadar, bersih itu bagian dari gaya hidup sehat,” ujar Ketua Panitia, Dian Mayasari yang juga Wali Kelas 6.
Hari Kedua, Jumat (2/10), bertema Meaningful Eco-Art Day. Sekolah disulap menjadi galeri seni lingkungan.
“Di hari kedua ada Eco-Art Exhibition ‘Goni Kita’. Anak-anak pamerkan kerajinan dari karung goni dan enceng gondok. Ada juga Kriya Cilik Workshop & Live Demo, jadi mereka praktik langsung membuat produknya,” kata Dian.

Hasil kerajinan tersebut langsung dijual dalam sesi Creative Booth Assessment kepada guru dan wali murid.
Puncaknya Hari Ini: Gelar Talenta dan AI Fair
Dan hari ini, Sabtu (3/10), adalah puncaknya. Tema yang diusung: Joyful Digital & AI Fair.
Jika dua hari sebelumnya berkutat dengan fisik, hari ini giliran digital yang unjuk gigi.
Pagi ini dibuka dengan Eco-Coding Game Presentation & Catalog Showcase, di mana siswa mempresentasikan game coding bertema lingkungan yang mereka buat.
“Inilah figitalisasinya. Fisiknya mereka buat kerajinan, digitalnya mereka buat game dan katalognya. Ini pengenalan AI yang sederhana dan menyenangkan untuk anak SD,” jelas Choirotun Nissa.
Setelah itu, panggung beralih menjadi Panggung Ekspresi Gelar Talenta Jogosari, tempat siswa menunjukkan bakatnya. Festival akan ditutup siang ini dengan Award Ceremony & Reflection.
“Harapannya, dari festival ini anak-anak tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan, kreatif, dan melek teknologi,” pungkas Choirotun Nissa. (dar).


Tinggalkan Balasan