Napi Asimilasi di Kota Malang Tertangkap Karena Mencuri Motor Ninja

  • Bagikan
Tersangka A (tengah) saat rilis kasus di Mapolresta Kota Malang. Foto; istimewa

Kota Malang,- Aksi kejahatan kembali diungkap oleh kepolisian yang dilakukan oleh Napi yang mendapatkan asimilasi. Adalah Pria berinisial A (29) warga Dusun Krajan, Kabupaten Malang.

Warga binaan yang mendapatkan asimilasi dari Lapas Klas I Lowokwaru, Kota Malang beberapa waktu yang lalu. Kembali harus berurusan dengan kepolisian karena melakukan aksi kejahatan.

Dalam melakukan aksinya tersangka tersangka tidak sendiri, melainkan bersama dengan rekannya yaitu, V yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Keduanya mencuri motor di sekitar Jalan Bendungan Sutami, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Senin 29 Juli 2020. Pelaku mencuri Kawasaki Ninja berwarna merah nomor polisi L 3583 YX yang sedang parkir di sebuah teras rumah dalam kondisi setir yang tidak terkunci.

“Keduanya mendekati motor tersebut yang tidak dikunci setir. Yang bertugas mengambil motor adalah A,” kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu.

Dalam melakukan aksinya, A mendorong motor sampai cukup jauh dari rumah korban, dan teman tersangka, yaitu V datang untuk membantunya.

“Setelah merasa aman dan sudah jauh dari rumah korban. V melanjutkan mendorong dari belakang dengan menggunakan motor,” tambah Azi.

Korban yang menyadari telah kehilangan motornya, kemudian melapor kepada pihak kepolisian, dan langsung diselidiki. Polisi berhasil menangkap pelaku pada 18 Juli 2020 di tempat kosnya.

“Kami amankan pelaku di tempat kosnya, di Jl. Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pelaku kami bawa ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelas Azi.

Hasil penyidikan, tersangka adalah seorang residivis pada kasus yang sama. Di Kota Malang saja, A tercatat sudah dua kali melakukan tindak kejahatan yang sama.

“Tersangka ini baru bebas dari penjara pada April lalu, dia mendapat program asimilasi dari Kemenkumham. Setelah bebas, dia tertangkap mencuri lagi,” pungkas Azi.

Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara. (san).

  • Bagikan