Wonogiri | JATIMONLINE.NET,- Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dari level desa mendapat dukungan dari sektor swasta. Social Transformation and Public Awareness Center (STAPA Center) bersama PT HM Sampoerna Tbk melalui program Sampoerna Untuk Indonesia meluncurkan Program Development Efficient Food Agriculture (DEFA).

Sosialisasi program tersebut digelar pada 27 April 2026 di Golden Resto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkenalkan konsep dan tujuan program kepada para pemangku kepentingan serta calon penerima manfaat.

Program DEFA didukung penuh oleh PT HM Sampoerna Tbk melalui payung program keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia, dengan STAPA Center sebagai mitra pelaksana di lapangan.

Direktur STAPA Center, Agus Rohmatulloh, mengatakan program ini dilatarbelakangi visi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menyebut, ketahanan pangan telah menjadi bagian dari Asta Cita pemerintah.

“STAPA dan Sampoerna melihat peluang untuk berkolaborasi, utamanya dalam pengembangan Lembaga Ekonomi Desa. Kami memiliki mandat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat bawah, yaitu desa,” ujar Agus dalam sambutannya.

Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyambut baik inisiatif tersebut. Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Wonogiri sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program DEFA.

Menurutnya, kehadiran program DEFA merupakan wujud nyata kolaborasi yang dibutuhkan daerah dalam mempercepat pembangunan.

“Kehadiran program ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi yang selama ini diharapkan oleh pemerintah daerah, yakni bahwa pembangunan Kabupaten Wonogiri tidak dapat berjalan optimal jika hanya bertumpu pada peran pemerintah semata,” kata Bupati Sukarno.

Program DEFA direncanakan berlangsung selama tujuh bulan. Program ini akan menyasar delapan kabupaten, terdiri dari enam kabupaten di Jawa Timur dan dua kabupaten di Jawa Tengah.

Di masing-masing kabupaten, program akan mendampingi 20 Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan 20 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Selain peningkatan kapasitas kelembagaan dan usaha, program juga akan memfasilitasi Jambore Usaha Lokal Desa pada akhir periode pelaksanaan sebagai puncak kegiatan.

Diharapkan, program ini dapat diterima dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari para penerima manfaat serta seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa hingga kabupaten. (min)