Rebono, Desa “Terpencil”, Terbaik Mengelola BUMDes Di Kecamatan Wonorejo, Pasuruan

  • Bagikan

Pasuruan,- Jika anda berkunjung ke Desa Rebono, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, kesan yang muncul adalah, ini “Desa Tertinggal”. Maklumlah, Desa yang masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai petani tersebut, lokasinya sangat jauh dari pusat kota di Kecamatan Wonorejo.

Jika ke pusat pemerintahan Desa Rebono melalui arah barat, melewati Desa Jati Gunting, maka anda akan menemui jalan makadaman, tronjal tronjol penuh bebatuan yang tidak enak untuk dilewati kendaraan. Jalan bebatuan itu kurang lebih sejauh 2 km.

Aisatun Nikmah, S.Keb., Sekdes Desa Rebono. Foto (Munir).

“Iya mas tahun ini rencananya akan dibangun,” sergah Aisatun Nikmah Sekretaris Desa Rebono.

Meski secara geografis “terpencil”, Desa Rebono adalah Desa terbaik dalam mengelola BUMDes se-Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Setidaknya itu disampaikan Monadi, Ketua TPID (Tim Program Inovasi Desa) Kecamatan Wonorejo.

Menurut Aisatun Nikmah S.Keb (26 tahun), Sekdes Desa Rebono, yang juga pengelola BUMDes, hal mengenai Desa Rebono sebagai Desa Terbaik se-Kecamatan Wonorejo, juga pernah diungkapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam suatu pertemuan.

BUMDes di Desa Rebono itu diajukan tahun 2018. Aktif mulai bulan Mei tahun 2019. Hingga kini, setelah o bulan beroperasi, BUMDes Barokah Jaya yang bergerak dibidang simpan pinjam itu sudah mempunyai nasabah 148 nasabah.

“Dan yang terpenting adalah pengelolaan dana itu sehat, tidak ada kredit macet,” jelas sekdes yang juga mantan aktifis PMII Pasuruan ini.

Soal besaran pinjaman, lanjutnya, tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan. Namun BUMDes Barokah Jaya mematok pinjaman itu di angka Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.

Pinjaman Tanpa Agunan
“Kita ini mengelola usaha simpan pinjam tanpa agunan.
Besaran pinjaman itu sudah kita sesuaikan dengan kebutuhan. Itupun dalam memberikan pinjaman kita tidak asal-asalan saja, sudah melalui survey. Mulai survey yang akan meminjam, sampai survey pekerjaan. Angka Rp 500 ribu itu untuk modal usaha di Desa sudah lumayan. Sudah termasuk sesuai kebutuhan,” jelas Aisa.

Aisa menjelaskan, Bunga dipasok sebesar 1 persen saja. Pinjaman didasarkan pada kelompok usaha. Masing-masing Ketua kelompok memberikan jaminan bahwa itu akan kembali. Dan cara itu berhasil, tidak ada satupun kredit yang macet. Bahkan ada yang mengangsur sebelum jatuh tempo.

Diakui Aisa, antusiasme masyarakat Desa Rebono pada pinjaman itu berdampak pada menggeliatnya perekonomian Desa. Beberapa usaha yang mendapatkan modal berupa pinjaman dari BUMDes Barokah Jaya adalah usaha jual cilok, gorengan, modal pertanian, dsb.

Pilihan BUMDes pada usaha simpan pinjam juga melihat kondisi masyarakat sekitar. “Umumnya masyarakat Desa di Rebono ini kesulitan untuk mendapatkan akses modal dari Bank. Karena tidak semua punya agunan yang memadai untuk mendapatkan modal. Disinilah BUMDes hadir dalam rangka membantu masyarakat mendapatkan pinjaman tanpa agunan,” pungkas Aisa bangga. (mnr).

  • Bagikan