Saksikan Ibu Menangis Kala Diusir Petugas Saat Jual Kue Keliling, Kini Pimpin Partai Golkar Kecamatan Buduran

  • Bagikan
Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi

Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Dalam rangka persiapan Pemilu 2024, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sidoarjo makin mematangkan struktur organisasinya.

Dibawah kepemimpinan Ketua DPD yang masih muda yaitu, Adam Rusydi, Partai Golkar berharap bisa meningkatkan perolehan suaranya di Pemilu 2024.

Pada Musyawarah Kecamatan (Muscam) untuk tiga Kecamatan yang ada di Sidoarjo yang meliputi Kecamatan Sidoarjo Kota, Buduran dan Tarik pada Sabtu, (4/9/2021), terpilih tiga Ketua Pengurus Kecamatan (PK).

“Saya berharap Ketua PK terpilih mampu berkontribusi membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Sidoarjo, khususnya nanti pada pemilu tahun 2024,” pesan Adam.

Sementara itu, salah satu Ketua terpilih dari Kecamatan Buduran Selamet Hariyanto mengatakan kepada media ini, bahwa dirinya siap membantu program Ketua DPD membesarkan Partai Golkar.

“Di Kecamatan Buduran, nantinya suara partai harus lebih meningkat, tentu saja butuh kerja keras pengurus serta arahan dari Pak Ketua,” kata pria yang akrab disapa Hari itu.

Sang Ibu Menangis Saat Diusir Petugas

Hari adalah Putra dari pasangan Bapak Ansori dan Ibu Wartiningsih. Hari dibesarkan dari keluarga yang kurang berada. Sewaktu kecil, Hari ikut bersama ibunya berjualan kue keliling di sekitar Perumahan Magersari dan sekitarnya. Sedang Ayahnya bekerja membuat kue.

Selamet Hariyanto (kiri) saat pengukuhan menjadi Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo

Hari merasakan betul suka dukanya berjualan keliling. Resiko kue tidak habis dan esoknya tak bisa dijual kembali pernah dia rasakan. Belum lagi karena tidak punya tempat jualan yang menetap, terkadang dirinya bersama sang ibu harus rela disuruh pindah oleh petugas karena lokasinya berjualan dianggap mengganggu ketertiban.

“Saya tahu betul bagaimana ibu menangis kala itu, karena tergesa-gesa memindahkan dagangannya dengan rasa takut yang sangat. Kadang karena itu beberapa kue jatuh dijalan dan kami tak berani ambil lagi,” cerita Hari mengenang.

Kenangan pahit itu membuat Hari tak ragu saat diminta untuk mendampingi Pedagang Kaki Lima (PKL) diberbagai lokasi di Sidoarjo saat mereka berhadapan dengan Petugas.

“Kadang persoalannya hanya di masalah komunikasi saja. Pemerintah membuat kebijakan, disisi lain ada PKL yang butuh mencari nafkah. Disitulah butuh komunikasi dan singkronisasi,” jelas Hari lagi.

Meskipun demikian susah, tapi ibu Hari tak pernah mau menyerah. Hari pernah membujuk ibunya agar berhenti berjualan. Tetapi ibunya menolak karena badannya sakit semua kalau tidak berjualan. Dan pada akhirnya sang Ibu masih berjualan kue keliling sampai sekarang.

Kondisi demikian yang kemudian membuat Hari memiliki semangat besar untuk sukses. Berbagai usaha pernah dia jalani, mulai jualan ayam goreng sampai bekerja di pabrik. Kerja keras menempa dirinya menjadi orang yang jeli melihat peluang bisnis, hingga dirinya sukses menjadi pengusaha properti.

Disela kesibukannya mengurus usahanya, Hari juga aktif diberbagai organisasi. Dirinya aktif diberbagai kelompok organisasi, baik itu komunitas, LSM, Ormas dan lain sebagainya.

“Dengan semangat gotong royong jajaran pengurus Partai Golkar, saya yakin mampu mendapatkan suara yang signifikan khususnya di wilayah Kecamatan Buduran,” pungkas Hari. (min).

  • Bagikan