Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Aksi kejahatan jalanan kembali menebar teror di Kabupaten Pasuruan. Pada Senin pagi yang sepi, seorang kurir pengantar paket menjadi korban perampasan sadis di Desa Galih, Kecamatan Pasrepan. Motor Honda Beat berwarna hitam yang menjadi tumpuan pekerjaannya raib dibawa kabur oleh dua orang begal yang berbekal senjata tajam.

Korban adalah Arip, seorang pemuda berusia 25 tahun, yang setiap hari mengandalkan sepeda motornya untuk mengantar paket. Pagi itu, seperti biasa, Arip beranjak dari rumahnya di Dusun Klakahrejo. Tujuannya adalah Desa Ranggeh, di mana ia harus mengambil kiriman barang untuk kemudian diantarkan kepada para pelanggan.

Namun, saat melintasi jalan desa yang jauh dari permukiman warga, nasib malang menimpanya. Tanpa disadari, Arip sudah dibuntuti oleh dua orang tak dikenal. Jalan yang biasanya ia lewati dengan santai, kini menjadi lokasi mencekam ketika kedua pria tersebut tiba-tiba menghadangnya, menutup laju motornya.

Ketegangan mencapai puncaknya saat salah satu pelaku mengeluarkan sebilah pedang mengkilat. Senjata tajam itu diacungkan ke arah Arip. Nyali pemuda itu langsung menciut, tidak ada pilihan lain baginya selain pasrah demi keselamatan jiwanya. Ia memilih untuk tidak melakukan perlawanan sama sekali.

Joko Wignyo, Sekretaris Desa Galih, membenarkan kejadian nahas ini. “Benar ada kejadian begal,” ujarnya. “Itu warga saya, seorang kurir yang hendak berangkat ke Ranggeh, mengambil barang paket untuk diantarkan,” lanjutnya, menjelaskan bahwa Arip adalah penduduk desa setempat dan ia dalam kondisi tidak terluka secara fisik.

Para pelaku dengan cepat membawa kabur motor korban. Tanpa kendaraan, Arip terpaksa kembali ke rumahnya dengan menumpang motor orang lain yang kebetulan melintas. Motor Honda Beat hitam yang selama ini menemaninya bekerja hilang begitu saja, meninggalkan kerugian besar bagi pemuda tersebut.

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, di lokasi yang sama, seorang guru juga hampir menjadi korban pembegalan, beruntung berhasil melarikan diri. Pihak pemerintah desa pun berjanji akan meningkatkan patroli keamanan, terutama pada pagi hari, untuk mencegah terulangnya aksi kriminalitas serupa. (kit).