Ketua PD PWI LS Bangil Ternyata Alumni Dalwa

Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Pengurus Daerah Perjuangan Wali Songo Laskar Sabilillah (PD PWI LS) Bangil menggelar halal bihalal pada Selasa, 31 Maret 2026. Acara tersebut digelar secara sederhana di rumah Ketua PWI LS Bangil, KH Najib Syafi’i, di Desa Bangle, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Hadir dalam acara halal bihalal tersebut seluruh pengurus harian PD PWI LS Bangil beserta jajaran pengurus lainnya. Di antaranya Ketua PD PWI LS Bangil KH Najib Syafi’i, Sekretaris Gus Miftah Farid, Wakil Ketua Muslimin, Gus Husni, Kasepuhan Gus Tajuddin, Komandan Laskar Sabilillah Ustadz Nur Sholeh, Ketua Kaderisasi Aprilianto, serta beberapa pengurus lainnya.

Acara halal bihalal berlangsung sederhana dan penuh keakraban. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar pengurus PWI LS. Sebagian besar pengurus PWI LS Bangil diketahui merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU). KH Najib Syafi’i, yang akrab disapa Gus Najib, misalnya, pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Bangil periode 2013–2018.

Ustadz Nur Sholeh selaku Komandan Laskar Sabilillah juga merupakan warga NU sekaligus pelatih Pencak Silat Pagar Nusa Bangil. Ustadz Khoirul Anam berlatar belakang anggota Banser. Muslimin, Wakil Ketua PD PWI LS Bangil, juga menjabat sebagai Ketua Barikade Gus Dur Pasuruan sekaligus Bupati LIRA Pasuruan. Sementara itu, Gus Miftah Farid, Sekretaris PD PWI LS Bangil, juga dikenal sebagai aktivis Ansor Rembang.

Dengan mengetahui latar belakang para pengurus yang mayoritas berasal dari lingkungan NU, hal ini dinilai dapat menepis framing dari kelompok tertentu yang selama ini melabeli PWI LS sebagai organisasi yang “tidak diridhai NU” bahkan dituduh sebagai organisasi yang “berhaluan komunis”.

Hal menarik terungkap dalam bincang santai pada acara halal bihalal tersebut. Diketahui bahwa Ketua PD PWI LS Bangil, KH Najib Syafi’i, selain pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Bangil, juga merupakan alumni Pondok Pesantren Dalwa (Darullughah Waddakwah) Bangil, Pasuruan, yang dikenal sebagai salah satu pesantren dengan basis habaib.

“Saya dulu mondok di Dalwa. Setelah itu melanjutkan ke Al-Azhar Mesir. Setelah lulus dari Al-Azhar, saya kembali ke Pasuruan dan mulai merintis mengajar hingga kemudian terpilih menjadi Ketua PCNU Bangil,” kenang KH Najib Syafi’i.

KH Najib Syafi’i juga menceritakan tantangan yang dihadapinya saat menjabat sebagai Ketua PD PWI LS Bangil. Mulai dari beberapa jadwal mengaji yang dicoret hingga jadwal khutbah di beberapa masjid yang juga dibatalkan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya.

Gus Najib tetap meyakini bahwa mengurus PWI LS merupakan langkah yang benar dalam menjaga, membela, dan meneladani perjuangan para leluhur NU, yakni Wali Songo.

Terkait isu nasab habaib yang hingga kini masih menjadi perbincangan publik di media sosial, Gus Najib mengaku telah melakukan kajian secara mandiri jauh sebelum munculnya tesis Kiai Imad.

“Sebenarnya telah banyak ulama yang melakukan penelitian tentang nasab Ba’alwi, yang menyimpulkan bahwa nasab habaib itu memang tidak tersambung kepada Kanjeng Nabi. Dan itu ada bukunya, saya memiliki referensinya. Hanya saja para kiai yang telah mempelajarinya tidak berani mengungkapkan. Yang berani mengungkapkan lebih dulu adalah Kiai Imad,” terang Gus Najib. (mnr).