Malang | JATIMONLINE.NET,- Suasana Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026), tampak berbeda sejak pagi. Di lahan tebu milik KH Hamim Kholili, puluhan petani, pejabat, hingga unsur TNI-Polri berkumpul dalam satu kegiatan: panen dan tanam tebu serempak dalam Program Bongkar Ratoon.

Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini menjadi bagian dari upaya mendukung Program Strategis Nasional (PSN), khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula nasional.

Sekitar 150 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari unsur pemerintah, aparat keamanan, perusahaan gula, hingga kelompok tani tebu. Turut hadir Bupati Malang HM Sanusi, Dandim 0818/Kabupaten Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, Wakapolres Malang Kompol Fahmi Amarullah, Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Kuntoro Boga Andri, serta Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan paparan varietas tebu unggul oleh PT SGN, dilanjutkan video conference dengan peserta panen dan tanam tebu serempak di berbagai daerah di Jawa Timur. Setelah itu, prosesi tanam tebu dan bongkar ratoon dilakukan dan dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah.

Dalam laporannya, Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, menjelaskan bahwa program bongkar ratoon difokuskan untuk meningkatkan produktivitas tebu.

“Kami terus mendorong peningkatan produktivitas tebu melalui program bongkar ratoon dan pendampingan kepada petani,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, sebanyak 26 ribu petani tebu telah terdata dalam program pengembangan sektor pergulaan Jawa Timur. Sementara itu, hasil panen tebu dari masa tanam tahun 2025 yang dipanen pada 2026 diproyeksikan mencapai 20,6 juta ton.

Bupati Malang HM Sanusi menambahkan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi besar di sektor ini. Luas lahan tebu di wilayahnya mencapai 48.168 hektare dengan produksi sekitar 4,29 juta ton. Menurutnya, peningkatan rendemen menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Direktur Operasional PT SGN, Kuntoro Boga Andri. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam mendampingi petani tebu.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan alat dan mesin produksi kepada kelompok tani tebu, serta memberikan santunan kepada anak yatim piatu.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya peningkatan literasi petani, penggunaan bibit unggul, serta penguatan tata kelola pascapanen guna meningkatkan produktivitas tebu.

Ia juga menyoroti perlunya perlindungan terhadap gula konsumsi hasil produksi petani.

“Gula konsumsi jangan disaingkan dengan gula rafinasi. Kita harus memastikan petani mendapatkan perlindungan dan kepastian pasar,” tegas Khofifah.

Kegiatan panen dan tanam tebu serempak tersebut berakhir sekitar pukul 10.40 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta lancar. Dari lahan tebu di Malang ini, harapan terhadap swasembada gula nasional kembali ditegaskan. (den).