Tiga Dapur MBG di Pasuruan Disuspend, BGN Tegaskan Tak Ada Kompromi Soal Limbah
Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi tegas terhadap sejumlah mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pasuruan. Tiga unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Kebijakan penangguhan ini diambil setelah ditemukan sejumlah kekurangan, khususnya pada sistem pengolahan limbah yang belum sesuai dengan ketentuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selain itu, kesiapan fasilitas pendukung lainnya juga dinilai belum memadai.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pasuruan, Aisha Rahma Tsania, mengungkapkan bahwa tindakan ini merupakan langkah tegas untuk menjaga kualitas layanan. “Ada yang kami hentikan sementara, yakni satu unit di Martopuro 2 serta dua lainnya terkait IPAL di wilayah Bangil Raci dan Purwodadi Gajahrejo,” jelasnya.
Ia menegaskan, sanksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan peringatan keras bagi seluruh pengelola agar tidak mengabaikan aspek penting dalam operasional. Menurutnya, pengelolaan limbah merupakan bagian krusial yang tidak bisa ditawar dalam program pelayanan publik seperti MBG.
Pengawasan terhadap seluruh SPPG di wilayah Pasuruan kini diperketat. BGN memastikan setiap unit memenuhi standar, mulai dari kebersihan dapur, sistem pembuangan limbah, hingga kualitas makanan yang didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Langkah disiplin ini diharapkan mampu mengubah pola pikir pengelola, agar tidak hanya berfokus pada jumlah distribusi makanan, tetapi juga memperhatikan keamanan pangan dan dampak lingkungan.
Untuk dapat kembali beroperasi, SPPG yang disanksi wajib melakukan pembenahan secara menyeluruh, terutama pada fasilitas IPAL. Setelah perbaikan selesai, tim verifikasi akan turun langsung melakukan pemeriksaan ulang sebelum izin operasional kembali diberikan.
Dalam kesempatan itu, Aisha juga mengajak media dan masyarakat ikut berperan aktif dalam pengawasan. “Kami berharap jika ada kekurangan di lapangan, bisa langsung disampaikan kepada pengelola agar segera diperbaiki,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi antara BGN, media, dan masyarakat sangat penting dalam mempercepat proses evaluasi serta memastikan kualitas layanan terus meningkat.
Meski ada penangguhan terhadap tiga SPPG, BGN memastikan distribusi makanan bergizi tetap berjalan normal. Penyaluran untuk wilayah terdampak dialihkan sementara ke dapur terdekat agar tidak terjadi kekosongan layanan bagi para penerima manfaat. (kit).


Tinggalkan Balasan