Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Pancasila Disebut Bukti Politik Kebangsaan
Jakarta | JATIMONLINE.ET,- Kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi sorotan publik. PDI Perjuangan menilai momen tersebut bukan hal yang muncul secara kebetulan, melainkan refleksi hubungan panjang yang telah terbangun di antara keduanya.
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menjelaskan, relasi antara Megawati dan Prabowo memiliki dasar kuat yang tidak hanya sebatas politik praktis.
“Perlu saya jelaskan bahwa melihat hubungan Ibu Mega dan Presiden Prabowo dapat dilihat dalam beberapa aspek,” ujar Said, Selasa (2/6/2026).
Ia menuturkan, kedekatan keduanya sudah terjalin sejak lama, bahkan pernah berada dalam satu barisan dalam kontestasi Pilpres 2009.
“Kedua beliau ini menjadi sahabat yang sudah terjalin puluhan tahun. Bahkan pernah berjuang bersama dalam pemilihan presiden 2009,” katanya.
Menurut Said, meskipun perjalanan politik keduanya sempat berada di jalur yang berbeda, hubungan personal tersebut tetap terjaga dengan baik.
“Persahabatan kedua beliau ini kokoh. Pertemanan kedua beliau ini tulus, tak ada cela,” tegasnya.
Lebih lanjut, Said menilai hubungan tersebut juga dilandasi oleh sikap kenegarawanan. Ia mencontohkan keputusan Presiden Prabowo yang tetap memberikan kepercayaan kepada Megawati untuk memimpin lembaga strategis negara.
“Artinya, Presiden Prabowo memandang Ibu Mega memiliki kapasitas kenegarawanan. Hal ini melampaui sekadar kepentingan politik praktis,” ujarnya.
Selain itu, kesamaan pandangan terkait pentingnya Pancasila juga disebut menjadi pengikat kuat antara kedua tokoh nasional tersebut.
“Urusan Pancasila ini melampaui segala-galanya, dan itulah yang dipedomani oleh kedua beliau. Jadi, kemesraan yang terlihat itu adalah manifestasi dari komitmen tersebut,” jelas Said.
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan posisi politik antara PDI Perjuangan dan pemerintah tidak pernah dimaknai sebagai permusuhan.
“Perbedaan jalan politik tidak dimaknai oleh Presiden Prabowo sebagai musuh,” katanya.
Menurut Said, Megawati dan Prabowo telah menunjukkan praktik politik yang menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.
“Bagi saya, kedua beliau ini sudah berada pada level political beyond, berpolitik untuk bangsa dan negara, bukan sekadar kekuasaan,” ucapnya.
Ia berharap hubungan yang dilandasi persahabatan, kenegarawanan, dan semangat kebangsaan tersebut dapat menjadi contoh dalam kehidupan politik nasional ke depan.
“Karena fondasi itulah hubungan Ibu Mega dan Presiden Prabowo tetap terjaga, meski berada di jalur politik yang berbeda,” pungkasnya. (san/ris).


Tinggalkan Balasan