Blitar | JATIMONLINE.NET, Fenomena memprihatinkan terjadi di dunia pendidikan dasar Kabupaten Blitar pada tahun ajaran 2026/2027. Tiga sekolah dasar negeri tercatat sama sekali tidak mendapatkan siswa baru, menandakan adanya persoalan serius yang kini tengah dikaji oleh pemerintah daerah.

Tiga sekolah tersebut adalah SDN Kalimanis 4 di Kecamatan Doko, SDN Ringinrejo 3 di Kecamatan Wates, serta SDN Sumberboto 5 di Kecamatan Wonotirto. Ketiganya menjadi sorotan karena tidak satu pun calon siswa mendaftar di tahun ajaran ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santosa, mengungkapkan bahwa dari total 632 SD Negeri yang ada, hanya tiga sekolah tersebut yang tidak memperoleh siswa baru. Sementara sekolah lainnya masih mendapatkan peserta didik, meskipun beberapa di antaranya hanya menerima kurang dari 10 siswa.

“Kami menemukan ada tiga SD yang tidak mendapatkan siswa baru sama sekali tahun ini,” ujarnya saat dihubungi dari Blitar.

Kondisi ini tidak langsung diambil keputusan. Dinas Pendidikan memilih untuk melakukan kajian mendalam guna mengetahui akar persoalan. Faktor yang ditelusuri antara lain potensi jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut hingga kemungkinan kalah bersaing dengan sekolah lain yang lebih diminati.

“Kami kaji dulu penyebabnya, apakah memang tidak ada potensi siswa atau kalah bersaing,” jelas Agus.

Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan dilakukan regrouping atau penggabungan sekolah. Namun, keputusan ini tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa, mengingat ketiga sekolah tersebut masih memiliki siswa aktif dari kelas 2 hingga kelas 6.

“Langkah ke depan akan kami tentukan setelah kajian selesai,” tambahnya.

Di sisi lain, kondisi berbeda terjadi pada jenjang sekolah menengah pertama. Seluruh SMP Negeri di Kabupaten Blitar yang berjumlah 49 sekolah masih mendapatkan siswa baru, meskipun beberapa belum memenuhi kuota. Saat ini, para siswa baru SMP sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga 17 Juli 2026.

Fenomena kosongnya pendaftar di tiga SD ini menjadi sinyal penting bagi dunia pendidikan, sekaligus peringatan akan perubahan dinamika jumlah siswa dan preferensi masyarakat terhadap sekolah. (sas/cntr).