Mahasiswa UM BBM Gelar Program Desa Sehat melalui Media Edukasi “Belut Sareng Tangga” di Balai Desa Jatigunting
Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Belajar kesehatan tidak harus selalu mealui ceramah. Berangkat dari gagasan tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) menghadirkan inovasi media edukasi interaktif menggelar “Belut Sareng Tangga” dalam kegiatan Penyuluhan Desa Sehat yang diselenggarakan di Balai Desa Jati Gunting, Kecamatan wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (8/7/2026) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, sanitasi lingkungan, serta metabolisme tubuh dengan metode belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Berbeda dengan penyuluhan konvensional, mahasiswa menghadirkan media pembelajaran berupa papan Belut Sareng Tangga yang di modifikasi dari permainan ular tangga dengan media berukuran besar yang dirancang khusus dengan empat zona edukasi, yaitu Zona Tanya, Zona Tantangan, Zona Mitos atau Fakta, dan Zona Aman. Adapun keunikan dari penyuluhan ini yakni dengan ibu-ibu dan anak menjadi pion pada permainan tersebut. Melalui permainan tersebut, peserta diajak belajar secara aktif sambil berkompetisi menjawab pertanyaan dan menyelesaikan berbagai tantangan kesehatan.
Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa penggunaan media permainan dipilih agar materi kesehatan tidak terkesan membosankan serta mampu meningkatkan partisipasi masyarakat selama penyuluhan berlangsung.
“Kami ingin masyarakat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda. Dengan bermain Belut Sareng Tangga, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan mengingat kembali informasi kesehatan melalui permainan yang menyenangkan,” ujarnya.
Pada Zona Tanya, peserta diberikan berbagai pertanyaan mengenai kesehatan reproduksi, sanitasi lingkungan, serta metabolisme tubuh. Materi yang diangkat meliputi pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah rumah tangga, pentingnya penggunaan jamban sehat, hingga pola makan seimbang untuk menjaga metabolisme tubuh.
Sementara itu, pada Zona Tantangan, peserta diberi pertanyaan jika dalam waktu 5 detik peserta tidak dapat menjawab maka peserta diminta melakukan aktivitas sederhana seperti mempraktikkan gerakan pemanasan ringan, dengan contoh pertanyaan seperti menyebutkan contoh makanan bergizi seimbang, mengidentifikasi perilaku hidup bersih dan sehat, hingga menjelaskan cara menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah. Tantangan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus melatih keberanian peserta dalam menyampaikan informasi kesehatan.
Keseruan juga terlihat saat peserta memasuki Zona Mitos atau Fakta. Pada zona ini, masyarakat diajak membedakan berbagai informasi kesehatan yang sering beredar di lingkungan sekitar. Beberapa pernyataan yang dibahas, seperti larangan mandi saat menstruasi, anggapan bahwa membuang sampah ke sungai tidak berbahaya, hingga mitos mengenai metabolisme tubuh, diklasifikasi berdasarkan penjelasan ilmiah sehingga peserta memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh mitos yang berkembang.
Adapun Zona Aman menjadi bagian yang peserta tidak mendapatkan pertanyaan dari panitia pelaksana. Keunikan dari media edukasi Belut Sareng Tangga ini menggunakan pion permainan dari ibu-ibu dan anak-anaknya langsung.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga saling membantu ketika menyelesaikan tantangan yang diberikan. Suasana belajar yang interaktif membuat materi kesehatan lebih mudah dipahami oleh peserta dari berbagai kelompok usia.
Salah seorang peserta mengaku metode penyuluhan melalui permainan membuat materi menjadi lebih menarik dibandingkan penyampaian secara ceramah.
“Biasanya kalau penyuluhan hanya mendengarkan saja, tetapi kali ini kami bisa belajar sambil bermain. Jadi lebih mudah memahami materi dan tidak cepat bosan,” ungkapnya.
Kepala Desa Jatigunting, M. Yudhi Iswanto, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa UM BBM melalui media edukasi Belut Sareng Tangga. Menurutnya, pendekatan edukasi yang dikemas dalam bentuk permainan mampu menarik minat masyarakat untuk belajar mengenai kesehatan dengan cara yang lebih menyenangkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Universitas Negeri Malang yang telah melaksanakan Program Desa Sehat di Desa Jatigunting. Media edukasi Belut Sareng Tangga ini merupakan inovasi yang sangat baik karena mampu mengajak masyarakat belajar sambil bermain. Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh hari ini tidak berhenti di kegiatan penyuluhan saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan,” ujar M. Yudhi Iswanto.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UM berharap media edukasi berbasis permainan dapat menjadi alternatif inovatif dalam pelaksanaan promosi kesehatan di masyarakat. Dengan meningkatnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, sanitasi lingkungan, dan metabolisme tubuh, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan pembelajaran yang interaktif diketahui dapat meningkatkan keterlibatan peserta dalam proses edukasi dan membuat materi lebih mudah dipahami serta diingat. (nul/min).


Tinggalkan Balasan