Diduga Anak Main Korek, Rumah di Pakisaji Hangus Dilalap Api
Malang | JATIMONLINE.NET,- Kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik warga di Dusun Binangun, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Rabu (8/7/2026) pagi. Insiden tersebut diduga dipicu oleh aktivitas anak kecil yang bermain korek api di dalam rumah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, saat pemilik rumah, Endang Cahyani, sedang tidak berada di tempat karena mengurus dokumen Kartu Keluarga (KK) di kantor Dispendukcapil. Di rumah, hanya ada anak dan neneknya. Diduga, sang anak menyalakan korek api di dalam kamar hingga menyambar selimut, yang kemudian memicu kebakaran.
“Awalnya cuma api kecil di kamar, tapi tiba-tiba langsung membesar dan merambat ke mana-mana,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi.
Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian lain rumah. Menyadari kondisi semakin berbahaya, anak bersama neneknya segera keluar untuk menyelamatkan diri. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung melapor ke petugas pemadam kebakaran.
Laporan diterima Damkar Kabupaten Malang sekitar pukul 09.55 WIB. Tim langsung bergerak lima menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 10.15 WIB. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 10.40 WIB.
Dalam penanganan kebakaran ini, dua unit mobil pemadam diterjunkan bersama enam personel. Aparat dari Kecamatan Pakisaji juga turut membantu di lokasi untuk memastikan situasi aman dan terkendali.
Akibat kejadian tersebut, rumah berukuran kurang lebih 7 x 10 meter mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp30 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.
Komandan Regu Damkar Kabupaten Malang, Andik Minarko, mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak, terutama saat berada di rumah.
“Peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak di rumah. Pastikan korek api maupun sumber api lainnya tidak mudah diakses anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Andik Minarko. (den).


Tinggalkan Balasan