Kebutuhan Susu Melejit karena MBG, Jatim Berencana Impor Ribuan Sapi Perah
Surabaya | JATIMONLINE.NET,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah besar untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan susu nasional, salah satunya dengan mendatangkan 1.500 ekor sapi perah dari Australia pada tahun 2026.
Kebijakan ini tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan pangan, terutama sejak dijalankannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan makanan dalam jumlah besar, termasuk susu.
Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, menegaskan bahwa kebutuhan susu terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
“Penduduk terus bertambah, kemudian ada Program MBG yang membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar. Konsumsi susu juga meningkat sehingga kebutuhan terus naik,” ujar Indyah, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, meskipun Jawa Timur masih menjadi daerah penghasil susu terbesar di Indonesia, peningkatan produksi tetap menjadi keharusan untuk menutup kesenjangan antara produksi dan permintaan.
“Jawa Timur memang menjadi produsen susu terbesar di Indonesia, tetapi dengan kondisi saat ini, produksi harus terus ditingkatkan,” katanya.
Saat ini, populasi sapi perah di Jawa Timur mencapai sekitar 300 ribu ekor, dari total nasional yang berkisar 500 ribu ekor. Namun angka tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim bekerja sama dengan pemerintah pusat dan sektor swasta untuk menambah populasi sapi perah melalui impor.
“Tahun ini rencananya akan ada impor sekitar 1.500 ekor sapi perah dari Australia. Harapannya produksi susu juga ikut meningkat,” jelas Indyah.
Upaya ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, beberapa perusahaan juga telah mendatangkan sapi perah dari luar negeri sebagai bagian dari penguatan produksi.
“Tahun lalu ada perusahaan yang mendatangkan sekitar 1.200 ekor, kemudian ada juga sekitar 700 ekor dari pihak lain,” tambahnya.
Indyah menegaskan bahwa program penambahan sapi perah ini tidak hanya berfokus pada perusahaan besar, tetapi juga melibatkan peternak lokal melalui pola kemitraan.
Dengan skema tersebut, peningkatan populasi sapi perah diharapkan dapat memberikan dampak langsung kepada peternak rakyat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Konsepnya kemitraan, jadi tidak hanya investasi, tetapi juga memperkuat peternak lokal,” pungkasnya. (man).


Tinggalkan Balasan