Malang | JATIMONLINE.NET,- Kebakaran menghanguskan satu bangunan kandang ayam broiler di wilayah Bulurejo, Dusun Krajan, RT 003/RW 007, Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Sabtu (15/8/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Bangunan milik Muhammad Rifqi Ramadan itu diketahui terbakar sekitar pukul 21.45 WIB. Pada saat kejadian, kandang sedang tidak digunakan untuk kegiatan produksi karena dalam kondisi kosong dan steril.

Informasi awal mengenai kebakaran diterima pemilik sekitar pukul 21.40 WIB. Saat itu, Muhammad Rifqi Ramadan berada di rumah sebelum Imam Syafi’i menghubunginya dan memberi tahu bahwa kobaran api terlihat di area kandang.

Pemilik kemudian bersama saksi bergegas mendatangi lokasi. Ketika tiba, api telah membesar dan membakar hampir seluruh bagian bangunan. Kobaran terlihat menjalar dari bagian atas hingga ke bagian bawah kandang.

Situasi sempat dikhawatirkan semakin parah karena di sekitar bangunan terdapat tanaman tebu. Api berpotensi merembet ke area tersebut apabila tidak segera dikendalikan.

Pemilik selanjutnya meminta bantuan kepada Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang serta petugas Polsek Kromengan. Sebanyak dua unit mobil pemadam dikerahkan menuju lokasi untuk menangani kebakaran.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Setelah sekitar dua jam berjibaku dengan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran yang melanda kandang.

Kapolsek Kromengan IPTU Riri Novianto menyampaikan bahwa kebakaran mengakibatkan bangunan kandang berikut sejumlah perlengkapan di dalamnya mengalami kerusakan total.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga sumber api berkaitan dengan gangguan pada instalasi listrik.

“Dugaan sementara, kebakaran berasal dari percikan api akibat korsleting arus listrik,” kata IPTU Riri Novianto.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Selain itu, tidak terdapat ayam yang menjadi korban karena kandang sedang dalam keadaan kosong dan belum dipakai untuk produksi.

Meski tidak menimbulkan korban manusia maupun hewan, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Nilai kerusakan dan kehilangan barang diperkirakan mencapai sekitar Rp350 juta.

Polisi masih melakukan pemeriksaan serta pendataan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai penyebab kebakaran sekaligus memastikan nilai kerugian yang dialami pemilik. (den).