Fenomena La Nina, Hujan Akan Lebih Lebat Dari Tahun Sebelumnya, Kota Pasuruan Berpotensi Banjir Lagi

  • Bagikan
Banjir di Kota Pasuruan pada Tahun 2017. Foto; Istimewa

Kota Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Saat ini sebenarnya masih memasuki musim kemarau. Akan tetapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, sedini mungkin mengantisipasi datangnya musim hujan. Karena, diperkirakan musim hujan pada tahun ini akan lebih lebat dibanding tahun tahun sebelumnya.

Tingginya prakiraan curah hujan itu, akan membuat Kota Pasuruan, lebih beesiko kebanjiran. Karena pada dasarnya hampir setiap musim hujan, sebagian wilayah Kota Pasuruan, sudah dilanda banjir. BPBD berharap masyarakat bisa memulai mengantisipasi sejak dini terkait ini.

“Sudah mulai terjadi fenomena la nina atau turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik, saat ini di Pasifik Bagian Timur. Ini artinya, suhunya lebib rendah dari permukaan di sekitarnya. Fenomena itu akan membuat wilayah Indonesia, termasuk Kota Pasuruan memiliki potensi hujan lebih lebat dibandingkan sebelumnya. Diperkirakan musim hujan akan terjadi pada bulan Oktober hingga April,” kata Catur Aldoko Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Pasuruan

Catur menambahkan, dalam rangka mempersiapkan itu, BPBD Kota Pasuruan rutin berkoordinasi dengan kelurahan agar terus memantau aliran sungai besar. Seperti Kali Welang, Kali Petung, dan Kali Gembong. Bila ada sampah yang menyumbat atau pohon yang berada di sisi kanan-kiri sungai roboh ke sungai, harus segera dibersihkan, itu penting dalam rangka antisipasi banjir saat hujan lebat turun.

“BPBD saat ini terus melakukan pemantauan pada ketiga sungai yang melintas di Kota Pasuruan, agar apabila musim hujan tiba tidak sampai akibatkan banjir besar. Apalagi diperkirakan bulan depan sudah masuk musim hujan,” pungkas Catur. (kit).

  • Bagikan