Gelar RUPS Ditengah Pandemi Covid-19, Bank Jatim Bagi Deviden Rp 723,74 Milyar

  • Bagikan
Ferdian Timur Satyagraha
Direktur Keuangan Bank Jatim
Foto; website bank jatim

Surabaya,- Jum’at 24 April 2020, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur TBK (Bank Jatim) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2019 (RUPS TB 2019) diruang Bromo Bank Jatim Kantor Pusat Lantai 5, Surabaya. Berbeda dengan RUPS sebelumnya, kali ini RUPS dilaksanakan ditengah- tengah pandemi covid-19.

“Mungkin banyak masyarakat bertanya-tanya, mengapa Bank Jatim tetap mengadakan RUPS ditengah wabah covid-19 yang sampai saat ini masih melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masyarakat juga kawatir dengan kegiatan RUPS yang akan dilaksanakan oleh Bank Jatim berkaitan dengan fenomena pandemi covid-19. Namun terdapat terdapat beberapa hal yang mendasari tentang mengapa RUPS tetap dilaksanakan di tanggal 24 April 2020,” terang Psg Dirut Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha, yang didampingi Glemboh Priambodo, Corcoprate Secretary, dalam releasenya, Jumat (24/4/2020).

Pertama, lanjutnya, Bank Jatim akan membagikan deviden kepada pemegang saham seri A dan pemegang saham seri B. “Seperti kita tahu, pemegang saham seri A Bank Jatim merupakan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se – Jawa Timur. Deviden bagi pemegang saham seri A Bank Jatim merupakan salah satu Pendapatan  Asli Daerah masing masing Kabupaten/Kota. Pembagian Deviden tersebut tentunya harus melalui keputusan RUPS terlebih dahulu. Pada RUPS kali ini, Bank Jatim membagikan deviden sebesar Rp 48, 20 per lembar saham. Total deviden yang dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp 723.747.007.552,40 atau sebesar 50,58% dari laba bersih. Pembagian deviden yabg selalu meningkat setiap tahunnya menjadikan saham BJTM sabagai salah salah satu saham pavirit pilihan rakyat,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, Laporan Tahunan Bank Jatim Tahun Buku 2019 telah selesai, sehingga dapat dilaporkan dan dipertanggung jawabkan pada RUPS. Ketiga, Kantor Akuntan Publik telah menyelesaikan Laporan Keuangan Auditef Tahun Buku 2019 dengan opini wajar dalam semua yg al yang material.

“Mungkin ada rasa kekawatiran bagi pemegang saham baik seri A dan seri B yang ingin mengikuti jalannya kegiatan RUPS tersebut mengingat akan diadakan ditengah wabah covid -19 yang sampai dengan saat ini masih melanda. Namun demikian Bank Jatim telah menyiapkan skenario dan orotokol antisipasi pencegahan penyebaran Covid -19 demi kelancaran dan kenyamanan pemegang saham yang ingin mengikuti jalannya RUPS,” terangnya.

Skenario pertama, lanjutnya, para pemegang saham dapat memberikan kuasa kepada Biro Admistrasi Efek tanpa mengurangi hak pemegang saham untuk hadir. Skenario berikutnya, pemegang saham yang berhak hadir dapat menyaksikan pelaksanaan RUPS melalui live streaming.

“Demi alasan kesehatan, Bank Jatim tidak menyediakan makanan/minuman, laporan tahun baik cetak maupun elektronik, serta tidak menyediakan tanda terima kasih kepada para pemegang saham yang hadir,” jelasnya.

Dan yang terakhir, lanjutnya, pemegang saham yang menghadiri kegiatan RUPS dimohon untuk menandatangani “Deklarasi Kesehatan” dan wajib memenuhi prosedur kesehatan yang ditetapkan sesuai dengan protokol pemerintah yang akan diimplementasikan pada saat kegiatan RUPS berlangsung.

AGENDA RUPST TB 2019  diantaranya:
Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Mengenai Keadaan Dan Jalannya

  1. Perseroan Selama Tahun Buku 2019 Termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris  Selama Tahun Buku 2019 dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2019;
  2. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2019 Termasuk Pemberian Bonus Bagi Pegawai Serta Tantiem dan Remunerasi Untuk Direksi Dan Dewan Komisaris;
  3. Memberikan Kuasa Kepada Dewan Komisaris Untuk Menunjuk Kantor Akuntan Publik Dalam Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2020;
  4. Memberikan Kuasa Kepada Dewan Komisaris Untuk Melakukan Penyesuaian Permodalan Perseroan Dengan Demikian Merubah Pasal 4 Anggaran Dasar Sehubungan Dengan Pelaksanaan Management and Employee Stock Options Plan (MESOP);
  5. Perubahan Anggaran Dasar
  6. Penetapan Susunan Pengurus

Kinerja keuangan bankjatim Tahun Buku 2019 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY). Berdasarkan kinerja Desember 2019, aset bankjatim tercatat Rp. 76,72 triliun atau tumbuh 22,37 %, laba bersih bankjatim tercatat Rp. 1,38 triliun atau tumbuh 9,22 % (YoY).

Selama Tahun Buku 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 18,91 % (YoY) yaitu sebesar Rp. 60,55 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada bankjatim meningkat.
Pertumbuhan DPK tersebut didominasi oleh pertumbuhan giro 23,54% atau tercatat Rp. 23,83 triliun, diikuti oleh pertumbuhan tabungan sebesar 16,28% atau tercatat Rp. 22,22 triliun dan pertumbuhan deposito sebesar 15,81% atau tercatat Rp. 14,50 triliun. Dari komposisi tersebut, terlihat kemampuan bankjatim dalam menghimpun dana murah cukup baik.  Selain itu pencapaian DPK  tersebut diperkuat dengan CASA rasio bankjatim sebesar 76,06 % (selama lebih dari 15 tahun, CASA rasio Bankjatim berada diatas 65 %).

Dari sisi pembiayaan, kali ini bankjatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit tertinggi dalam beberapa tahun terakhir yaitu 13,16% (YoY) atau sebesar Rp. 38,35 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) secara signifikan yaitu sebesar 2,77%. Hal ini menunjukkan kualitas kredit bankjatim dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp. 23,10 triliun atau tumbuh 7,12 % (YoY). Sedangkan pertumbuhan paling tinggi didapat dari sektor komersial sebesar 27,11% atau tercatat Rp. 9,23 triliun . pertumbuhan yang tinggi tersebut didongkrak dari pertumbuhan kredit sindikasi yang signifikan sebesar 118,98 %.

Komposisi rasio keuangan bankjatim periode Desember 2019 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,00 %, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,11 %, dan Return On Asset (ROA) 2,73 %. Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 71,40 %. (mnr).

  • Bagikan