Sumbersuko Malang Kembangkan 6 Hektare Bawang Putih untuk Pasokan Benih Petani
Malang | JATIMONLINE.NET,- Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, tengah mengembangkan bawang putih varietas Lumbu Hijau dengan sasaran utama menghasilkan benih berkualitas. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan kebutuhan benih bagi petani sebelum nantinya diarahkan ke produksi bawang putih konsumsi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera, menjelaskan bahwa hasil penanaman yang dilakukan saat ini memang belum diperuntukkan bagi pasar konsumsi.
Menurutnya, bawang putih yang dibudidayakan masih berada pada tahap pembenihan. Setelah menghasilkan benih, produk tersebut nantinya akan kembali diserap oleh Kementerian Pertanian untuk selanjutnya disalurkan melalui program bantuan kepada petani.
“Ini baru mengembangkan benih, belum untuk konsumsi,” ujar Avicenna.
Skema tersebut diharapkan dapat membentuk siklus penyediaan benih yang berkelanjutan. Benih hasil pengembangan akan digunakan kembali dalam program penanaman berikutnya, sebelum akhirnya mendukung budidaya bawang putih yang ditujukan untuk konsumsi.
“Ini nanti hasilnya akan dibeli lagi atau diambil oleh Kementerian Pertanian. Kemudian akan dibantu dan diberi program bantuan lagi kepada para petani untuk ditanam, baru nanti ke produksi,” jelasnya.
Kawasan Sumbersuko sendiri telah diarahkan sebagai salah satu lokasi pembenihan bawang putih. Untuk mendukung pengembangan tersebut, tersedia lahan sekitar 6 hektare yang merupakan aset milik desa dan pengelolaannya dilakukan bersama kelompok tani.
Dalam salah satu kegiatan penanaman yang turut memperoleh dukungan dari Kapolda Jawa Timur, sebanyak 1.200 kilogram atau 1,2 ton benih bawang putih disalurkan. Benih tersebut kemudian ditanam pada area seluas 1,5 hektare.
Avicenna menyebut keberadaan kawasan pembenihan menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan benih bawang putih untuk kebutuhan petani. Dengan pasokan benih yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, proses peningkatan produksi di tahap berikutnya diharapkan menjadi lebih terjamin.
“Memang kawasan ini merupakan kawasan pembenihan bawang putih,” katanya.
Pengembangan varietas Lumbu Hijau di Sumbersuko dengan demikian tidak semata-mata mengejar hasil panen untuk konsumsi dalam waktu dekat. Tahap pembenihan menjadi fondasi awal untuk menyediakan bahan tanam berkualitas yang nantinya dapat mendukung perluasan produksi bawang putih di kalangan petani.
Dengan luas kawasan yang mencapai sekitar 6 hektare dan pengelolaan bersama kelompok tani, Sumbersuko diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai kawasan penyedia benih bawang putih sekaligus mendukung keberlanjutan produksi komoditas tersebut di masa mendatang. (den).


Tinggalkan Balasan