Warga Kampung Bumiarjo, Sawunggaling, Wonokromo Surabaya, Perbaiki Gorong-gorong yang Ambrol Secara Swadaya

Perbaikan Gorong Gorong di Kampung Bumiarjo, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya

Surabaya | JATIMONLINE.NET,- Masyarakat Kampung Bumiarjo RT 03 RW 05 kulon, Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, gotong royong melakukan pembongkaran gorong-gorong yang ambrol pada Kamis (14/01/2022).

Gorong gorong tersebut tepat berada ditengah kampung yang menjadi jalan utama yang menghubungkan dua jalan terusan, antara jalan Joyoboyo belakang dan Mayjend Sungkono.

Akibatnya, kendaraan roda empat milik warga tidak bisa melewati jalan yang berada di atas gorong gorong yang ambrol tersebut. Hal itu juga membahayakan pengendara motor maupun pejalan kaki khususnya anak – anak.

Karena lokasi berada di tengah pemukiman padat penduduk, maka rusaknya gorong-gorong membuat aktifitas warga terganggu. Atas kondisi tersebut RT, RW, Tokoh Masyarakat, serta Karangtaruna bersama – sama memperbaikinya secara Swadaya.

Menurut H. Hamzah, salah satu Tomas Kampung Bumiarjo, bahwa adanya kejadian itu justru menjadi sarana pemersatu masyarakat agar tetap kompak dan guyub rukun.

“Hal ini juga mendidik kita semua sebagai masyarakat agar mempunyai jiwa Mulat Sarira Hangrasa Wani, Rumangsa Melu Handarbeni, Wajib Melu Angrungkebi. Yang artinya, kita sebagai manusia yang hidup di lingkungan masyarakat harus Berani Mawas Diri, Merasa Ikut Memiliki, Wajib Ikut Menjaga kelestarian lingkungan,“ kata H.Hamzah.

Proses perbaikan gorong gorong yang ambrol

Di tempat yang sama, H. Heri, Tokoh Masyarakat yang sekaligus mantan Ketua RT 03 Bumiarjo menjelaskan bahwa atas kekompakan seluruh warga, perbaikan gorong gorong bisa cepat selesai.

“Tak butuh waktu lama perbaikan gorong gorong dengan panjang 3 meter dan lebar 1 meter itu. Tanpa campur tangan Dinas terkait tinggal menunggu kering saja dan dikerjakan oleh warga sekitar dengan dana mandiri seadanya,” jelasnya.

Rusaknya gorong-gorong di jalan tersebut, menurut H. Heri, karena termakan usia, ditambah lagi banyak kendaraan roda empat yang dimiliki warga kampung.

“Bagaimana tidak rusak kalau sudah termakan usia apalagi ini musim penghujan, apalgi ini jalan utama warga keluar masuk kampung,” pungkasnya. (okik).