Malang | JATIMONLINE.NET,- Sebanyak 350 guru dari berbagai jenjang pendidikan se-Kabupaten Malang mengikuti Launching dan Training of Trainers (ToT) PGRI POWER di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Kecamatan Pakisaji, Sabtu (1/8/2026).

Program ini menjadi langkah awal penguatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi digital melalui penguasaan coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., Ketua PGRI Jawa Timur Dr. H. Djoko Adi Walujo, Ketua PGRI Kabupaten Malang Drs. H. Dwi Sucipto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan, serta jajaran Forkopimcam Pakisaji.

Ketua Panitia, Rendy Ferdiyanto, S.Pd., menjelaskan peluncuran PGRI POWER merupakan bagian dari Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Coding dan AI. Program ini bertujuan mencetak guru profesional sebagai penggerak transformasi pendidikan.

“Program ini menjadi jembatan antara kebutuhan zaman yang berkembang sangat cepat dengan kondisi pembelajaran di sekolah. Kami berkomitmen melatih para guru dan mencetak trainer yang akan menyebarluaskan kompetensi digital di setiap cabang PGRI Kabupaten Malang,” ujar Rendy.

Ia menegaskan, guru tidak boleh hanya menjadi penonton perkembangan teknologi. Pelatihan akan dilakukan bertahap mulai dari pembelajaran daring, workshop praktik, hingga pendampingan di sekolah dengan materi literasi AI, prompt engineering, computational thinking, coding, hingga project-based learning berbasis teknologi.

Seluruh peserta nantinya akan memanfaatkan platform nasional PGRI POWER yang menyediakan Learning Management System (LMS), bank prompt AI, repository karya, hingga sertifikasi kompetensi berjenjang.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi mengapresiasi langkah PGRI Kabupaten Malang. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan langkah strategis menjawab tantangan pendidikan di era digital.

“Launching dan ToT PGRI POWER ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas guru dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang,” tegas Sanusi.

Dalam sambutannya yang mengutip pesan Ki Hadjar Dewantara, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah,” Sanusi mengingatkan bahwa teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru.

“Teknologi dapat menghadirkan informasi dalam hitungan detik, tetapi tidak mampu menggantikan keteladanan, kasih sayang, kebijaksanaan, dan sentuhan nurani seorang guru,” ujarnya.

Bupati berharap program ini melahirkan guru-guru penggerak yang unggul secara kompetensi sekaligus berintegritas. Ia juga mengajak guru menjadikan peningkatan kompetensi sebagai budaya kerja.

“Pemerintah Kabupaten Malang akan terus memperkuat sinergi dengan PGRI sebagai mitra strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pembangunan sumber daya manusia dimulai dari ruang-ruang kelas yang diisi guru-guru berdedikasi,” pungkasnya. (den).