Jakarta | JATIMONLINE.NET,- Pernyataan kontroversial datang dari Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah siaran langsung bersama YouTuber Bigmo, Yudo melontarkan kritik tajam terhadap praktik birokrasi di Indonesia dengan menyebut mayoritas pejabat terlibat korupsi.

Menurut Yudo, praktik korupsi sudah menjadi masalah sistemik. Ia bahkan menyebut angka keterlibatan pejabat dalam praktik tersebut mencapai sekitar 80 persen. Pernyataan itu disampaikannya secara terbuka dan tanpa basa-basi.

Ia menegaskan bahwa korupsi tidak selalu berkaitan dengan penggelapan uang negara. Penyalahgunaan jabatan, waktu kerja, hingga fasilitas negara juga termasuk bentuk korupsi yang kerap luput dari perhatian publik.

Yudo menilai kebiasaan tersebut telah menjadi budaya yang sulit dipisahkan dari birokrasi. Ia menyebut banyak pejabat memanfaatkan celah anggaran melalui kegiatan formal seperti rapat dan perjalanan dinas.

Sorotan Anggaran Rapat dan Perjalanan Dinas.

Dalam siaran tersebut, Yudo mengungkapkan kekesalannya terhadap besarnya anggaran rapat dan perjalanan dinas yang menurutnya tidak masuk akal. Ia menyebut biaya kegiatan semacam itu kerap membengkak hingga miliaran rupiah.

Ia juga menyinggung kebijakan pemangkasan anggaran yang dilakukan ayahnya, khususnya pada kegiatan rapat yang dinilai tidak efektif dan tidak berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, Yudo mengkritik gaya hidup pejabat saat menjalankan tugas dinas. Menurutnya, kebiasaan menginap di hotel mewah menjadi salah satu contoh pemborosan anggaran negara.

Ia menyindir bahwa penginapan sederhana seharusnya sudah cukup, tanpa perlu memilih hotel berbintang lima yang menyedot biaya besar dari uang negara.

Era Digital Dinilai Bisa Tekan Pemborosan.

Yudo juga menyoroti masih maraknya perjalanan dinas di tengah kemajuan teknologi. Ia menilai banyak agenda pemerintahan sebenarnya dapat diselesaikan secara daring tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti rapat virtual seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi anggaran. Dana yang dihemat, kata Yudo, lebih baik dialihkan ke sektor produktif yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi.

Susi Pudjiastuti: Bisa Jadi Lebih dari 80 Persen.

Pernyataan Yudo tersebut mendapat respons dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Melalui akun media sosial X, Susi menyampaikan dukungannya terhadap kritik yang dilontarkan Yudo.

Dengan nada singkat namun tegas, Susi menyatakan sependapat. Ia bahkan menyebut kemungkinan angka keterlibatan pejabat dalam praktik korupsi bisa lebih besar dari yang disampaikan Yudo.

Komentar Susi itu langsung menyedot perhatian publik dan memicu beragam reaksi. Sejumlah warganet menyatakan setuju, sementara lainnya menilai pernyataan tersebut sebagai kritik keras terhadap budaya birokrasi yang masih belum berbenah. (sis/red).