Diklatsar 6 PAC GP Ansor di Kabupaten Pasuruan Diikuti Peserta Terkecil Umur 8 Tahun

  • Bagikan
Muhammad Izzudin Haq al Fatih, putra Pertama dari Gus Acid Dari Ponpes Canga’an, Pasuruan

Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Sebanyak 6 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Rembang, Bangil, Beji, Prigen, Pandaan dan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menyelenggarakan kegiatan Diklat Terpadu Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Diklatsar itu mengambil tema “Mencetak Kader Militan dan Optimalisasi peran BANSER demi menjaga keutuhan NKRI yang Beriman”. Karena masih dalam masa pandemi, panitia menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menyediakan bilik disinfektan, tempat mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Kegiatan rutin tahunan ini bertujuan untuk mencetak generasi militan Nahdlatul Ulama (NU) dalam mencegah penyebaran ideologi radikal dan intoleransi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pasuruan ini,“ jelas Umar Faruk, Koordinator panitia saat ditemui awak Media, pada sabtu (07/11/2020) malam.

Menurut Faruk, Diklatsar ke 20 itu diikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang terdiri dari 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Rembang, Bangil, Beji, Prigen, Pandaan dan Gempol. Pelaksanaan Diklatsar dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Ulum Rembang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh para tokoh ulama NU, termasuk Kasat Korwil Kabupaten Pasuruan Gus Irsyad Yusuf yang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pasuruan, Kasat Korcab Bangil Hariono, SH dan juga ketua Ansor Cabang Bangil Gus Sa’ad Muafi SH.

Materi yang diberikan pun beragam mulai dari kegiatan senam bela diri, etika bermedsos, paham ahlus sunnah waljamaah hingga materi wawasan kebangsaan. Termasuk materi wajib Ke-Nu-an, ke-Banser-an, ke-Ansor-an ditambah materi pokok dan tambahan, di antaranya, etika bermedia sosial (medsos), bakti sosial, dan sebagainya.

Diklat ke 20 itu di ikuti seorang anak berusia 8 tahun, yaitu putra Pertama dari Gus Acid Dari Ponpes Canga’an, yang bernama Muhammad Izzudin Haq al Fatih.

Anak yang lahir pada 29 November 2012 tersebut, terlihat sangat antusias mengikuti Diklatsar. Bahkan sempat jadi perbincangan diantara peserta yang lain, dan di juluki Diklatsar terkecil.

“Kegiatan ini diharapkan agar para kader Banser dapat meningkatkan potensi penjagaan terhadap masyarakat dari penyebaran ajaran yang dapat merusak Pancasila dan memecah belah NKRI, serta menangkal Radikalisme. Selain itu, dari materi terbaru seperti etika bermedsos, diharapkan para kader terbaru ini punya etika dalam bermedia sosial, dan bijak dalam menyikapi isu yang beredar dengan konsep saring.” pungkas Faruk. (rul)

  • Bagikan