Forum Musyawarah Kubro Dorong Rekonsiliasi Konflik PBNU
Kediri | JATIMONLINE.NET,- Forum Musyawarah Kubro yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, menyerukan agar pihak-pihak yang berseteru di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menempuh jalan islah guna mengakhiri polemik internal yang berkepanjangan.
Juru Bicara Forum Musyawarah Kubro, K.H. Oing Abdul Muid, menyampaikan bahwa seruan rekonsiliasi tersebut merupakan kesepakatan yang lahir dari pembahasan intensif para peserta forum di Pesantren Lirboyo. Menurutnya, konflik yang terjadi di tubuh PBNU telah berdampak serius terhadap citra dan kepercayaan publik terhadap organisasi.
Forum menilai perselisihan internal itu telah menggerus wibawa jamiyah NU serta mencederai kepercayaan masyarakat yang selama ini dibangun. Karena itu, forum memandang perlu adanya langkah cepat dan tegas untuk memulihkan kondisi organisasi.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Forum Musyawarah Kubro dilatarbelakangi rasa keprihatinan mendalam atas memanasnya situasi di internal kepengurusan PBNU. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari forum-forum sebelumnya yang telah dilaksanakan di Pesantren Al Falah Kediri dan Pesantren Tebuireng Jombang. Forum ketiga di Lirboyo diikuti ratusan perwakilan PWNU, PCNU, serta PCINU.
Forum Musyawarah Kubro kemudian meminta Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk menyelesaikan konflik melalui islah dalam batas waktu maksimal 3×24 jam sejak 21 Desember 2025. Langkah tersebut dinilai penting demi menjaga persatuan jamiyah dan mengembalikan nama baik NU.
Apabila permintaan islah tidak dijalankan, forum merekomendasikan agar kewenangan organisasi diserahkan kepada Mustasyar NU untuk menyiapkan pelaksanaan Muktamar NU Dipercepat pada tahun 2026. Keputusan tersebut diminta diambil dalam tenggat 1×24 jam setelah batas waktu islah berakhir.
Lebih lanjut, jika kedua pihak juga menolak memberikan mandat kepada Mustasyar NU, Forum Musyawarah Kubro menyepakati opsi penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) melalui dukungan minimal 50 persen lebih satu dari pengurus wilayah NU. MLB direncanakan dilaksanakan sebelum keberangkatan kloter pertama jamaah haji tahun 2026, dengan kepanitiaan yang dibentuk oleh PWNU dan PCNU serta melibatkan unsur internal NU lainnya.
Gus Muid menambahkan, forum tersebut dihadiri ratusan peserta dari unsur PWNU, PCNU, dan PCINU, baik secara luring maupun daring. Hadir pula perwakilan lembaga NU, badan otonom, serta para pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah Mustasyar PBNU turut hadir, di antaranya K.H. Anwar Mansyur selaku pengasuh Pesantren Lirboyo, K.H. Nurul Huda Djazuli dari Pesantren Al Falah Mojo Kediri, serta K.H. Ma’ruf Amin yang mengikuti secara daring. Selain itu, tampak hadir Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, mantan Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siroj, serta undangan lainnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, forum juga menggelar rapat tertutup yang diikuti perwakilan PWNU dan PCNU. Hasil pembahasan kemudian disampaikan secara terbuka kepada seluruh peserta forum. (ari/sin).


Tinggalkan Balasan