Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Seperti pada tahun tahun sebelumnya, YRPP & YARC kali ini menggelar acara peringatan Kemerdekaan 17 Agustus, Hari Kemerdekaan RI, dengan membikin berbagai macam acara. Hari pertama, tanggal 17 Agustus 2025 ini OBH YRPP (Organisasi Bantuan Hukum Yayasan Rumah Perempuan Pasuruan) & YARC (Yayasan Alam Rimba Center) menggelar acara Terapi Kesehatan Gratis & penganugerahan pahlawan bagi petani.

OBH YRPP & YARC dalam membuat acara peringatan kemerdekaan RI, visinya sangat baik. Acara terapi kesehatan gratis yang dihelat sejak pagi pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat baik dari warga Kenep, Beji hingga Gempol, Pasuruan.

Bebebarapa peserta terapi kesehatan yang berprofesi sebagai guru RA (Rudlotul Atfal) TK Kenep, Beji, Pasuruan mengapresiasi acara terapi kesehatan gratis ini, menurutnya tetapi kesehatan yang berbasis pengobatan herbal itu penting diketahui masyarakat.

Seperti yang dituturkan Alfiah, Guru RA Kenep, Beji yang ikut terapi kesehatan. Alfiah beserta teman-teman guru RA tersebut juga ikut merasakan pentingnya pengobatan bekam di YARC ini. Guru RA yang akrab disapa Bu Alfiah itu menuturkankan, dengan terbukanya era internet, masyarakat akhirnya tahu bahwa pengobatan herbal itu sangat baik bagi kesehatan.

Bu Alfiah Guru RA Kenep, Beji , Pasuruan beserta rekannya, peserta Terapi Kesehatan YARC
Bu Alfiah Guru RA Kenep, Beji , Pasuruan beserta rekannya, peserta Terapi Kesehatan YARC

“Terapi kesehatan di sini saya kira baik ya, kita jadi tahu kalau pengobatan berbasis herbal itu baik untuk kesehatan yang tidak ada efek samping untuk jangka panjang bagi tubuh kita. Dan obat herbal itu saya kira lebih bari pengobatan yang memakai obat yang mengandung unsur kimia karena secara jangka panjang akan ada efeknya bagi tubuh kita,” terang Alfiah.

Hari pertama peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 80 oleh OBH YRPP & YARC berjalan meriah. Meski terkesan sangat sederhana, Namun warga masyarakat yang ikut meramaikan acara tersebut, nampak bersemangat. Pas acara penganugerahan gelar pahlawan ketahanan pangan bagi petani, secara simbolik juga sangat sederhana.

Kenapa secara simbolik diberi kepala kambing bagi petani? “Ya hari ini kita melihatnya, kita berusaha membahagiakan petani. Pemberian kita tidak berbentuk uang ya. Tapi berupa makanan yang istimewa berupa gulai kambing. Ya kemampuan kita untuk memberikan simbolik dalam gelar penganugerahan pada petani sebatas itu,” terang Ali Sodikin.

Meski hanya sebatas makan makan, namun acara gelar penganugerahan gelar pahlawan ketahanan pangan pada petani tersebut berjalan penuh hikmat. Masyarakat menyambut riang gembira acara makan makan gulai kambing tersebut. (mnr).