Ponorogo | JATIMONLINE.NET,- Identitas kerangka manusia yang sempat menggegerkan warga di kawasan hutan Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, akhirnya terungkap. Polisi memastikan jasad tersebut merupakan Wagiman, warga Desa Suru, Kecamatan Sooko, Ponorogo, yang sebelumnya dilaporkan menghilang.

Wakapolres Ponorogo Kompol Ari Bayu Aji menyampaikan bahwa kepastian identitas diperoleh setelah serangkaian proses identifikasi dilakukan. “Setelah dilakukan pemeriksaan dan pencocokan data, kami memastikan kerangka tersebut adalah Wagiman,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menjelaskan, kerangka itu pertama kali ditemukan pada Jumat (7/11/2025) di kawasan Hutan Petak 116 B RPH Sawoo. Saat itu, petugas mendapati tulang belulang tergeletak di atas tanah bersama sejumlah barang yang diduga milik korban, seperti potongan baju batik, celana pendek, jaket, dan sandal jepit.

Keesokan harinya, penyidik kembali mendatangi lokasi bersama tim identifikasi Polda Jawa Timur untuk pemeriksaan lanjutan. Dalam proses tersebut ditemukan tambahan barang berupa topi bermotif Spiderman. Temuan itu kemudian ditunjukkan kepada keluarga korban untuk dicocokkan.

Menurut AKP Imam Mujali, anak korban mengenali pakaian dan barang-barang tersebut sebagai milik ayahnya yang sudah sekitar satu bulan menghilang. Hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim turut menguatkan kesimpulan tersebut. Struktur tulang menunjukkan korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia 50 hingga 70 tahun dan tinggi badan sekitar 164 sampai 168 sentimeter.

“Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan,” jelasnya.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa Wagiman memiliki riwayat pikun dan kerap keluar rumah tanpa arah jelas, bahkan sering tidak kembali jika tidak dicari. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab korban bisa tersesat hingga masuk ke area hutan yang cukup jauh dari permukiman.

Setelah seluruh proses selesai, kerangka korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sebelumnya, warga Dukuh Mlokolegi sempat dibuat panik saat Soikun, seorang warga yang baru pulang dari ladang, melihat benda mencurigakan di tengah kawasan hutan. Setelah didekati, ia menyadari bahwa yang dilihatnya adalah tulang manusia. Ia lalu memanggil rekannya untuk memastikan sebelum akhirnya melapor ke pihak berwenang.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan berbagai barang lain seperti sandal Swallow warna hijau, pecahan tulang rusuk, tulang tengkorak, tali tampar hijau sepanjang sekitar 1,5 meter, tulang selangka, serta potongan seragam sekolah.

Dari kondisi kerangka yang masih relatif lengkap, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari satu bulan sebelum ditemukan. Polisi menegaskan tidak ada indikasi tindak kriminal dalam kasus ini dan menyimpulkan kematian korban lebih mengarah pada faktor kondisi kesehatan dan tersesat di hutan. (ran).