Mbah Satami Warga Sumenep, Hidup Telantar Tanpa Perhatian Pemerintah

  • Bagikan
Mbah Satami warga Sumenep saat didatangi relawan kemanusiaan.

Sumenep | JATIMONLINE.NET – Mbah Satami warga Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, harus mengenyam pahitnya hidup, setelah bertahun-tahun hidup sendiri tanpa seorang sanak keluarga.

Tempat tinggal Mbah Satami yang terbuat dari gubuk gedek berukuran 5 x 4 meter. Kondisinya memprihatinkan dengan berdinding bilik bambu seadanya.

Kesehariannya, ia bertahan hidup dengan menjual bahan bekas rongsokan senilai Rp 10 ribu, atau dengan menunggu uluran tangan tetangga, dan dari relawan kemanusiaan.

Perempuan berusia 75 tahun tersebut memang tak memiliki seorang suami. Saksi tetangga, Mbah Satami memang kurang mendapat perhatian pemerintah. Sebab ia tidak tercatat di administrasi kependudukan pemerintah.

Secara administrasi, Mbah Satami memang tidak memiliki identitas Kependudukan, seperti kartu tanda penduduk, dan kartu keluarga. Akibatnya pemerintah daerah, baik desa maupun kabupaten, kesulitan menyalurkan bantuan sosial.

“Mbah Satami ini tidak punya kartu tanda penduduk, baik KTP, KK, dan akta,” kata Moh. Hasan, warga setempat saat diwawancara media, Rabu (30/12).

Sementara Kepala Dinas Sosial Sumenep, Mohammad Iksan, menyindir pemerintah desa agar ikut memperjuangkan warga desa yang telantar untuk didata, setidaknya membantu proses pembuatan identitas kependudukan.

“Sehingga nanti bisa diajukan untuk mendapatkan batuan sosial. Karena semua bantuan sosial berbasis data. Data yang digunakan adalah KTP dan KK. Kalau misalkan tidak punya kartu identitas maka kami tidak bisa mengusulkan,” kata Mohammad Iksan.

Meski begitu, Iksan berjanji akan memberikan bantuan secara pribadi kepada Mbah Satami, berupa bantuan paket sembako dan uang tunai. (rus).

  • Bagikan