Semua Tutup Mulut, Isu Pungli THR Pimpinan Dewan Ke SKPD Sidoarjo Dipastikan Menguap

  • Bagikan
Gedung DPRD Sidoarjo

Sidoarjo,- Munculnya pemberitaan disalah satu media soal dugaan pungli yang dilakukan beberapa pimpinan dewan ke SKPD Pemkab Sidoarjo, sempat jadi perbincangan publik. Salah satu teman wartawan memberi komentar jika penulisan berita model begitu, yang tidak jelas narasumbernya, akhirnya jadi tertawaan teman-teman wartawan se Sidoarjo.

Seperti dilansir disalah satu media itu, atas isu tersebut, salah satu jaksa dikonfirmasi, dijawabnya tidak pernah ada surat perintah penyidikan dari Kajari. Begitu juga dengan salah satu pimpinan dewan yang dikonfirmasi perihal pungli tersebut, juga membantahnya.

Meski informasi itu mentok (buntu) hanya menjadi isu, namun begitu, pepatah bijak mengatakan, tidak mungkin ada asap jika tidak ada api, menjadikan salah satu sumber yang dipercaya, yang berinial MS, mencoba menceritakan sedikit kronologi asal usul kenapa ada isu yang demikian itu mencuat.

Sumber yang berinisial MS ini bercerita, munculnya isu itu berawal ketika dirinya, bersilaturrahmi ke rumah salah satu anggota dewan dengan Usman, Ketua DPRD Sidoarjo. “Nah, ketika itu Pak Usman cerita dalam acara silaturahmi menjelang hari raya tersebut, kalau dirinya beberapa kali ditelpon sama teman teman pimpinan dewan, diajak meminta jatah THR ke SKPD, namun Pak Usman menolaknya,” terang sumber yang berinisial MS tersebut.

MS menambahkan, kalau dirinya pada waktu itu menyarankan kepada Usman, Ketua DPRD Sidoarjo, agar jangan mau menuruti ajakan teman teman pimpinan dewan meminta jatah THR ke SKPD.

“Dan Alhamdulillah, Pak Usman juga tidak mau menerima ajakan itu. Pak Usman juga bilang dalam pertemuan silaturrahmi biasa itu, kalau dirinya tidak mau menerima ajakan tersebut, meski dalam hal meminta jatah THR ke SKPD menjelang lebaran sudah menjadi budaya, karena dari dulu juga pernah melakukan itu. Bahkan tak bilang waktu itu, sampean harus berbeda dengan yang dulu,” tutur MS dengan mengutip omongan Usman.

Soal apakah meminta jatah itu THR itu kemudian dilakukan oleh beberapa pimpinan dewan, lanjut MS, itu dirinya kurang mengetahuinya. “Coba saja sampean klarifikasi ke Pak Usman langsung,” terang MS.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi soal pemberitaan terkait isu tersebut, Usman tidak memberikan komentar apa-apa. Begitu juga dengan salah satu anggota dewan yang tadi, ketika dikonfirmasi wartawan media ini juga menjawab tidak mengerti apa apa soal isu yang mencuat tadi. (mnr).

  • Bagikan