Malang | JATIMONLINE.NET,- Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang mulai melakukan survei pembangunan ruang kelas pengganti dan pagar di SDN 1 Srigonco, Kecamatan Bantur, Kamis (23/7/2026).

Langkah ini menjadi titik awal perbaikan fasilitas sekolah yang terdampak proyek pelebaran jalan menuju kawasan wisata Pantai Balekambang.

Sebelumnya, satu ruang kelas dibongkar pada April 2026 sehingga 17 siswa harus belajar berpindah-pindah, mulai dari musala hingga laboratorium sekolah.

Pihak sekolah sebenarnya telah mengantisipasi sejak lama. Rencana pelebaran jalan sudah disosialisasikan sejak 2019, dan pada 2022 sekolah mengajukan pembangunan ruang pengganti, termasuk ruang guru, kepala sekolah, dan UKS. Namun hingga pertengahan 2026, realisasi belum dilakukan.

Kepala sekolah menyebut kondisi tersebut sempat mengganggu proses pembelajaran. Guru dan wali murid bahkan harus bergotong royong menyiapkan ruang sementara.

Survei yang dilakukan Dinas Cipta Karya bersama tim konsultan meliputi pengukuran area kelas yang terdampak serta rencana pembangunan pagar sekolah untuk meningkatkan keamanan siswa.

Staf Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang, Novin S, mengatakan kegiatan ini merupakan tahap awal sebelum pembangunan.

“Kami melakukan pengukuran ruang yang terpotong. Hasilnya akan disampaikan kepada pimpinan, dan mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, prioritas pembangunan adalah ruang kelas pengganti serta pagar sekolah karena tingginya aktivitas kendaraan di depan sekolah.

Ruang kelas yang direncanakan berukuran sekitar 7 x 7 meter, sementara pagar sekolah diperkirakan sepanjang 30 meter. Untuk anggaran, pihaknya masih menunggu keputusan pimpinan.

Saat ini SDN 1 Srigonco memiliki 124 siswa dengan 12 tenaga pendidik dan kependidikan.

Pihak sekolah berharap proses administrasi dapat segera rampung agar pembangunan bisa segera dilakukan, sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal dengan fasilitas yang aman dan layak. (den).