Tinggal Tunggu Teken, Sementara Satpol PP Kota Mojokerto Tutup Resto Q5 Steak Di Jalan Mojopahit

  • Bagikan
Satpol PP Kota Mojokerto saat menutup sementara Q5 Steak di Jalan Majapahit

Kota Mojokerto | JATIMONLINE.NET,- Diera pandemi yang berlarut – larut ini, ada pengalaman baru yang mendasar bagi pelaku usaha. Yaitu, jika produk atau dagangannya ramai pembeli, pemilik usaha itu malah was-was. Was- was karena bisa “dipermasalahkan”, atau bisa dicari-carikan masalah sebagai melanggar pasal kerumunan.

Fenomena ini tentu berbanding terbalik dengan tujuan awal pelaku usaha menggelar dagangannya. Yang seharusnya, jika lapaknya ramai pengunjung, maka ia merasa sukses kalau produksinya diapresiasi pasar.

Fenomena inilah yang lagi dialami Q5 Steak & Bowl. Jagat media maya di Kota Mojokerto hari ini lagi santer memberitakan Resto Q5 Steak & Bowl yang kemarin ditutup sementara oleh Satpol PP Kota Mojokerto karena belum mengantongi Sertifikat Layak Usaha (SLO) dari Dinas terkait. Di Kota Mojokerto ini, soal izin memang agak berbeda penerapannya dengan daerah – daerah lain karena pertimbangan masih pandemi covid – 19.

Gus Ali (H. Mohammad Ali) Owner Q5 Steak (tengah), bersama KH. Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto dan para Kiai saat hadir di acara Grand Opening Q5 Steak di Kota Mojokerto

Menurut Maksum, Pegawai Resto Q5 Steak & Bowl yang bagian mengurusi perizinan, di Kota Mojokerto ini memang agak berbeda cara menerapkan perizinan. “Di Mojokerto ini relatif lebih ketat karena alasan pandemi,” ujar Maksum yang akrab disapa Pak Lurah ini.

Maksum menambahkan, dibeberapa daerah, izinnya cukup dari pemerintahan pusat, IMB dan OSS (Online Single Submission).

“Sementara di Kota Mojokerto ini kalau membuka Resto harus memenuhi beberapa proses perizinan dari pemerintah daerah. Kita sebenarnya bukan tidak mau mengurus izin itu, izin sudah kita proses. Izin HO atau lingkungan sudah kita dapatkan. Sedangkan izin SLO, surat sudah kami layangkan. Namun ada sedikit kesalahan. Yang seharusnya surat kita layangkan ke Walikota Mojokerto, tapi kita melayangkannya ke Satpol PP. Makanya belum kelar – kelar,” ujar Maksum.

Seperti diketahui, Q5 Steak adalah usaha kuliner berbasis waralaba yang hari ini lagi booming di Jawa Timur. Q5 Steak didirikan di Sidoarjo sejak Desember 2020 kemarin. Meski umurnya baru seumur jagung, namun usaha kuliner yang berbasis steak ini berkembang, melesat bak meteor.

Di Kota Mojokerto yang baru dilaunching kemarin itu, adalah Q5 Steak cabang yang ke 12. Dengan didukung 24 investor yang sebagian besarnya adalah investor lokal Mojokerto, Resto Q5 Steak berdiri megah dan representatif, layak untuk disinggahi, bukan hanya sebagai sekedar tempat makan tetapi juga wisata kuliner.

Dengan berbasis kuliner Steak dengan harga yang terjangkau, Q5 Steak berkembang maju pesat. “Steak adalah makanan kekinian yang lagi digandrungi oleh warga masyarakat, utamanya kaum milenial,” ujar H. Mohammad Ali ( akrab disapaa Gus Ali) suatu ketika.

Dengan konsep differensiasi yang diterapkan manajemen Q5 Steak, keberadaan Q5 Steak banyak diapresiasi pelaku usaha kuliner untuk ikut berkembang melebarkan sayap usahanya.

Tangkapan layar pada video Youtube Channel Wirausaha, saat pemotongan pita di Grand Opening Q5 Steak Mojokerto pada

Dengan berkembangnya usaha kuliner Q5 Steak bukan hanya pemilik dan para investornya saja yang merasa senang. Para karyawan yang direkrut manajemen Q5 Steak juga sangat mendapatkan kesempatan kerja karena pada saat ini mencari pekerjaan juga sulit sekali karena banyak PHK.

“Kita mempekerjakan karyawan dengan merekrut warga setempat. Dan beberapa bahan – bahan kebutuhan resto, juga belanja ke pelaku usaha setempat. Bahkan 10 % dari keuntungan yang diberikan untuk kegiatan sosial atau CSR, juga kita berikan untuk dikelola warga setempat,” ujar Gus Ali.

Dibagian lagi, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH. Abdul Adzim Alwi, saat hadir di acara Grand Opening Q5 Steak juga sangat mengapresisasi dan mendukung usaha kuliner Q5 Steak yang nuansa syariahnya sangat terasa.

“Kita harus mendukung usaha kuliner Q5 Steak ini karena saya rasa usaha kuliner ini sangat pas untuk para santri. Tempatnya juga sangat layak. Apalagi Q5 Steak ini juga menyisihkan sebagian keuntungannga, 10 % untuk perjuangan li i’la likalimatillah. Jadi sepantasnyalah kita ikut mendukung usaha kuliner ini,” terang KH. Abdul Adzim. (mnr).

  • Bagikan