Jakarta | JATIMONLINE.NET,- Endipat Wijaya, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, mengubah akun Instagram pribadinya menjadi private atau tertutup pada Senin (15/12/2025). Langkah ini diambil setelah pernyataannya yang menyindir donasi Rp10 miliar dari konten kreator Ferry Irwandi untuk korban banjir bandang di Aceh viral di media sosial.

Sindiran tersebut terlontar saat Endipat menghadiri rapat kerja Komisi I DPR RI. Ia menyoroti munculnya pihak swasta atau individu yang dinilai “mengambil panggung” dalam penanganan bencana. Dalam video yang viral, Endipat berkata, “Ada orang yang cuma datang sekali tapi seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kontribusi pemerintah jauh lebih besar secara nominal dibandingkan sumbangan individu. Endipat membandingkan, “Orang perorang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu.” Pernyataan ini menyebar luas di platform TikTok dan Instagram sejak Kamis (4/12/2025), memicu beragam reaksi dari warganet.

Menanggapi hal tersebut, Ferry Irwandi justru memberikan respons yang santai. Di kolom komentar Instagram, salah seorang warganet memintanya mendatangi Endipat. Ferry menulis balasan, “Gpp dia bener kok. udah santai saja.” Ia mengakui bahwa donasi yang dikumpulkannya masih terasa kurang.

Ferry juga menanggapi pernyataan Endipat soal anggaran pemerintah yang mencapai triliunan rupiah. Ia menyambut baik informasi tersebut, “Syukurlah karena Aceh emang butuh percepatan,” ujarnya. Melalui instastory, Ferry menyatakan penyesalan dan harapannya untuk bisa berbuat lebih banyak bagi korban bencana.

Endipat Wijaya sendiri merupakan politisi yang duduk di Komisi I DPR RI periode 2024-2029. Ia mewakili daerah pemilihan Kepulauan Riau dan diketahui memiliki latar belakang pendidikan dari Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung serta Manajemen Swiss German University.

Insiden ini menyoroti dinamika antara peran negara dan inisiatif individu dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Viralnya pernyataan Endipat dan langkahnya mengunci akun media sosial pribadi mencerminkan besarnya tekanan dan perhatian publik terhadap isu-isu sosial dan kebijakan. (sas).