Jakarta | JATIMONLINE.NET,- Di tengah gangguan pasokan energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah, pemerintah memastikan kondisi bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri masih terkendali. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ketersediaan BBM nasional berada dalam kondisi aman.

Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah melakukan pembahasan bersama Pertamina terkait langkah antisipasi menghadapi situasi global yang tidak menentu.

“Terkait stok BBM kita, InsyaAllah dalam kondisi aman,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga ketahanan energi, termasuk mencari alternatif sumber impor minyak mentah di luar kawasan Timur Tengah.

Selama ini, sekitar 20 persen impor crude oil Indonesia berasal dari wilayah tersebut. Namun kini, pemerintah mengaku telah mendapatkan sumber baru guna mengurangi ketergantungan.

“Sudah ada sumber baru selain dari Timur Tengah. Yang jelas semuanya aman,” katanya tanpa merinci asal negara pemasok tersebut.

Di sisi lain, perhatian khusus juga diberikan pada kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Bahlil mengingatkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih cukup tinggi, mencapai sekitar 70 persen dari total kebutuhan nasional.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan LPG secara lebih bijak, mengingat kondisi global yang bisa memengaruhi ketersediaan pasokan.

“Kita harus sama-sama bijak menggunakan energi, terutama LPG,” ujarnya.

Meski demikian, Bahlil kembali menegaskan bahwa stok LPG saat ini masih dalam batas aman. Namun ia mengingatkan bahwa upaya penghematan tetap penting sebagai langkah antisipasi jika situasi global semakin memburuk. (ras/nir/contr).