Dramatis! Remaja di Ponorogo Terperosok Sumur 25 Meter Saat Bersih-Bersih Rumah
Ponorogo | JATIMONLINE.NET,- Seorang remaja bernama Abimanyu (15) nyaris kehilangan nyawa setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 25 meter di rumahnya di Dukuh Tenggang Krajan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi saat korban tengah membantu orang tuanya membersihkan rumah.
Korban diketahui terjatuh ke sumur yang sedang dalam proses perbaikan. Sumur tersebut sebelumnya dalam kondisi tertutup, namun tanpa disadari korban menginjak bagian penutup hingga akhirnya terperosok ke dasar.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban bersama ayahnya beraktivitas di rumah. “Posisi sumurnya itu ditutup. Korban tidak mengetahui, kemudian menginjak sumurnya,” ujarnya.
Ayah korban sempat kebingungan karena tidak melihat keberadaan anaknya. Setelah dilakukan pengecekan, korban ternyata sudah berada di dasar sumur dengan kondisi masih hidup.
Warga sekitar kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jenangan dan Damkar Ponorogo, yang selanjutnya diteruskan ke BPBD. Tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses penyelamatan.
Evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi sumur yang sempit dengan diameter hanya sekitar 1 meter dan kedalaman mencapai 25 meter. Tim harus menggunakan peralatan khusus seperti blower dan tali untuk menjangkau korban.
“Sehingga sama-sama kami melakukan evakuasi, kami siapkan blower, tali, dan lain-lain. Kami kerja tim ya sekitar 1,5 jam,” kata anggota tim, Gilang Ramadan.
Ia juga menjelaskan bahwa posisi korban saat ditemukan cukup berbahaya karena tubuhnya menahan di dinding sumur. “Sedangkan posisi korban antara tangan dan kakinya menahan. Pas kami selamatkan ya kami cuma teriak bertahan,” ungkapnya.
Dalam proses tersebut, tim terus memberikan semangat kepada korban agar tetap bertahan hingga berhasil diangkat ke permukaan. “Alhamdulillah selamat,” tegas Gilang.
Setelah berhasil dievakuasi, suasana haru langsung pecah di lokasi. Tangis korban tak terbendung saat akhirnya bisa keluar dari sumur dalam kondisi selamat.
“Selamat alhamdulillah. Ada belasan total personel. Dari kami 10 personel, damkar 3 personel. Selebihnya ada polisi dan tentara,” tambah Gilang.
Saat ini korban telah mendapatkan penanganan medis, sementara pihak terkait mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi lingkungan, terutama sumur atau lubang terbuka di sekitar rumah. (min/cntr).


Tinggalkan Balasan